BREAKING NEWS - Puluhan Santri di Jonggol Keracunan, Diduga Karena Konsumsi Air Minum Tidak Jernih

sebanyak 7 orang penjamah makanan hanya menggunakan penutup kepala, tidak menggunakan masker dan pakaian khusus.

BREAKING NEWS - Puluhan Santri di Jonggol Keracunan, Diduga Karena Konsumsi Air Minum Tidak Jernih
earthclinic.com
Ilustrasi keracunan makanan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JONGGOL - Keracunan yang menimpa puluhan santri SMA Pondok Pesantren Madinatul Quran, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor diduga karena mengkonsumsi air minum yang tidak jernih.

"Alhamdulillah sudah tertangani Tim Reaksi Cepat Dinas Kesehatan," ucap Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Dedi Syarif saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Minggu (2/2/2020).

Sebelumnya, sebanyak 43 santri mengalami pusing, mual, muntah, diare karena keracunan usai makan malam, Jumat (31/1/2020).

Gejala tersebut dirasakan saat keesokannya waktu dini hari setelah menyantap makan malam dari dapur umum dan mengkonsumsi air minum dari depot milik pesantren.

Sekitar 14 santri datang ke IGD Puskesmas Jonggol pada Sabtu (1/2/2020) lalu bertambah jumlah santri yang rawat inap sebanyak 8 orang, santri lainnya dibawa dan dirawat ke RSUD Cileungsi.

Atas peristiwa tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan lantas melakukan pengecekan makanan yang disantap santri berupa bistik daging sapi dan sayur kangkung.

Diketahui, sebanyak 7 orang penjamah makanan hanya menggunakan penutup kepala, tidak menggunakan masker dan pakaian khusus.

Hanya saja menu ini juga dikonsumsi oleh santri SMP, dan tidak ada keluhan atau terjadi keracunan makanan.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap depot air minum, dan diketahui hasil sumber air depot diperoleh dari mata air tidak terlindung yang dialirkan langsung ke tandon.

Sehingga kualitas sumber air tidak sesuai, dengan melihat secara fisik tampak berwarna atau tidak jernih.

Padahal, pasokan air minum di pondok pesantren untuk santri SMA diperoleh dari depot tersebut.

Data terakhir hingga kini, dari sebanyak 43 orang jumlah pasien keracunan, 18 di antaranya diperbolehkan pulang dan 25 pasien dirawat inap.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved