Virus Corona, Korban Meninggal di China Mencapai 425 Orang
pemerintah setempat juga menyampaikan bahwa terdapat 3.235 kasus infeksi baru virus corona, membuat angkanya menyentuh level 20.400.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona di China dilaporkan mencapai jumlah baru, yakni 425 orang.
Kabar itu disampaikan setelah otoritas di Hubei, provinsi di sentral Negeri "Panda" yang menjadi lokasi penyebaran virus, melaporkan adanya 64 kematian baru.
Selain itu, pemerintah setempat juga menyampaikan bahwa terdapat 3.235 kasus infeksi baru virus corona, membuat angkanya menyentuh level 20.400.
Jumlah korban meninggal itu melampaui penyakit Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003, yang merenggut 349 jiwa.
Dilansir AFP Selasa (4/2/2020), epidemi itu dimulai di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.
Tepatnya di Pasar Seafood Huanan pada Desember 2019.
Patogen dengan kode 2019-nCov itu sudah menjangkiti 24 negara, dengan satu kasus kematian terkonfirmasi di luar China, tepatnya di Filipina.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis lalu (30/1/2020) mengumumkan status darurat dengan banyaknya negara yang terkontaminasi.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanmom Ghebreyesus berujar, virus corona adalah "kasus istimewa" yang butuh "penanganan istimewa".
Lebih lanjut, Beijing menuturkan mereka sangat membutuhkan masker untuk operasi, pakaian pelindung, hingga goggle untuk merawat pasien yang terinfeksi.
Perdana Menteri Li Keqiang sempat dilaporkan menelepon Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, untuk mengupayakan pembelian alat medis dari Uni Eropa.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona, Korban Meninggal di China Mencapai 425 Orang"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/virus_20180223_190634.jpg)