Bos Tambang Emas Ilegal di Bogor Raih Omzet Rp 50 Juta per Bulan, Big Bosnya Lebih Tinggi Lagi

Mereka terdiri dari pemilik tempat pengolahan emas ilegal berjumlah 3 orang dan 1 orang big bos yang membawahi ketiga pemilik pengolahan tersebut.

Bos Tambang Emas Ilegal di Bogor Raih Omzet Rp 50 Juta per Bulan, Big Bosnya Lebih Tinggi Lagi
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - 4 bos penambangan emas ilegal (PETI) ditangkap tim gabungan TNI - Polri di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Mereka terdiri dari pemilik tempat pengolahan emas ilegal berjumlah 3 orang dan 1 orang big bos yang membawahi ketiga pemilik pengolahan tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa untuk bos pemilik pengolahan emas yang mengolah hasil tambang pekerja PETI (gurandil) bisa meraih omzet fantastis tiap bulannya.

"3 pelaku yang memiliki pengolahan emas tersebut beromzet minimal Rp 20 juta sampai dengan Rp 50 juta per bulan penghasilannya," kata AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Kamis (6/2/2020).

Sementara 1 pelaku lainnya, kata Joni, bisa jauh lebih besar omzet yang dia dapat per bulannya.

Karena dia sebagai big bos membawahi ketiga pelaku tadi berperan menampung hasil olahan emas untuk dijual ke toko-toko emas.

"1 juga yang kita amankan yaitu bos dari 3 pengelolah tersebut, yang menampung hasil emasnya untuk dijual keluar. Yang ini omzetnya pasti lebih besar daripada pengolah tersebut," katanya.

Meskipun penghasilan mereka cukup tinggi, tetap saja akhirnya mereka harus berurusan dengan hukum.

Joni menjelaskan bahwa dampaknya sangat menghawatirkan baik alam yang rusak, dan juga kesehatan seperti kandungan mercuri yang digunakan pelaku dalam mengolah hasil tambang.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved