Polres Bogor Tangkap Big Bos Penambang Liar di Cigudeg

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa awalnya tim gabungan menggerebek 3 tempat pengolahan emas dan 1 lubang galian PETI.

Polres Bogor Tangkap Big Bos Penambang Liar di Cigudeg
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
big bos penambang liar di Kabupaten Bogor ditangkap 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebanyak 4 bos penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor diringkus tim gabungan Sat Reskrim Polres Bogor bersama Kodim 0621 dan POM TNI.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa awalnya tim gabungan menggerebek 3 tempat pengolahan emas dan 1 lubang galian PETI.

"Jarak antara lubang dengan tempat pengolahan kurang lebih 4 jam ditempuh dengan jalan kaki kalau ditambah dengan istirahat sedikit untuk menyambung perjalanan," kata AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Kamis (6/2/2020).

Kemudian ditangkaplah 3 orang bos pemilik pengolahan-pengolahan emas tersebut berinisial IS (26), OM (28) dan YA (25).

Setelah dikembangkan, kemudian ditangkap big bos atau bos dari ketiga pemilik pengolahan emas ilegal itu yang berinisial IR (42).

"Dari 3 pelaku tersebut, hasil pengembangan, 1 pelaku juga kita amankan yaitu bos dari 3 pengolahan tersebut," kata AKBP Muhammad Joni.

Peran big bos ini, kata dia, menampung emas hasil pengolahan untuk dijual ke toko-toko emas.

Sementara para pekerja PETI atau gurandil, kata dia, tidak dilakukan penangkapan.

"Gurandil tidak kita lakukan penangkapan, tapi pengusahanya yang menggunakan jasa gurandil tersebut yang kita lakukan penangkapan. Baik itu 3 orang yang memiliki pengelolaan langsung dan 1 big bosnya yang menampung kegiatan pengelohan tadi," kata Joni.

Dalam pengungkapan kasus ini, aparat menyita 30 karung berisi batuan yang memiliki kandungan emas, 89 gelundungan, 8 poli, 7 mesin penggerak, 1 perangkat alat gebosan, 1 buah karung yang berisikan beban seberat 8 Kg, sepeda motor dan 1 buah cangkul.

Para pelaku dijerat dengan pasal 161, pasal 158 UU nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batu bara (minerba).

"Dari proses penangkapan ini kita himbau kembali kepada masyarakat, bahwa kita terus lakukan penyelidikan baik dari informasi masyarakat termasuk dari hasil kepolisian sendiri dan menjadi pembelajaran supaya untuk tidak melakukan upaya yang sama," ungkap Muhammad Joni.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved