Sekdes Terlibat Perampokan
Sekdes di Bogor Pelaku Utama Perampokan, Temannya Bertugas Mengancam
Dia menjelaskan bahwa 3 pelaku utama ini memiliki peran yang berbeda termasuk oknum sekdes.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang oknum sekretaris desa (Sekdes) jadi anggota kawanan perampok bersenjata tajam yang membobol dan menguras barang-barang berharga di sebuah rumah di Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan bahwa oknum Sekdes ini memiliki peran sebagai pelaku utama.
Dia merupakan satu dari 3 pelaku utama kawanan perampok yang berjumlah 8 orang tersebut.
"Ini termasuk pelaku utama ada 3 orang," kata AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Kamis (6/2/2020).
Dia menjelaskan bahwa 3 pelaku utama ini memiliki peran yang berbeda termasuk oknum Sekdes.
Bagian perencanaan hingga bagian peran pengancaman.
"Ada bagian menggambar atau maping (pemetaan) lokasi. Peran sekdes ini melakukan ancaman kepada korban," kata Muhammad Joni.
Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Kampung Babakan Haruman, RT 04/02, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor dibobol kawanan perampok yang berjumlah 8 orang.
Pada Rabu (15/1/2020) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, suami istri penghuni rumah dikagetkan oleh kawanan perampok bersenjata golok yang berhasil masuk rumah setelah mencongkel jendela.
Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa salah satu korban sang istri sempat berteriak minta tolong.
Pelaku kemudian melakukan penyekapan bahkan melakukan penganiayaan terhadap kedua korban.
"Sang istri ini melakukan perlawanan dengan berteriak. Pada saat itu juga dilakukan pemukulan di muka dan bahunya sehingga korban terjatuh, disekap termasuk mulutnya dilakban, termasuk juga suaminya," kata Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Kamis (6/2/2020).
Setelah melakukan penyekapan, para pelaku pun menguras barang-barang berharga yang ada di rumah.
Termasuk pula menguras sembako dan isi warung kelontong milik korban yang berdempetan dengan rumah tersebut.
Joni menjelaskan bahwa barang-barang yang berhasil dibawa kabur pelaku di antaranya 2 unit mobil, 1 unit motor, uang Rp 9 juta, ponsel, perhiasan emas dan juga sembako dari dalam warung kelontong milik korban.
"Total kerugian yang diderita korban sekitar Rp 350 juta," kata Muhammad Joni.
Selang 4 hari kemudian, pengejaran polisi membuahkan hasil setelah berhasil menangkap 6 orang pelaku perampokan tersebut yang mana salah satunya dihadiahi timah panas karena melawan saat ditangkap.
Mereka adalah AH (23), L (22), S alias E (31), MW alias K (38), S alias I (40) dan R alias H (37).
Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
"Dari 8 pelaku, 6 pelaku sudah berhasil kita lakukan penangkapan termasuk ada beberapa (pelaku) kita lakukan tindakan tegas karena melakukan perlawanan," kata Muhammad Joni.
Diketahui, satu dari enam perampok ini adalah seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Lebak Banten.
"Satu pelaku oknum Sekdes di wilayah Sobang, Lebak, Banten," kata AKBP Muhammad Joni.
AKBP Muhammad Joni menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan pelaku, oknum Sekdes tersebut saat melakukan aksinya ini masih aktif menjabat.
"Keterangan pelaku (Sekdes) masih aktif (menjabat)," ungkap Joni.
Joni menuturkan bahwa para pelaku ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian disertai kekerasan (curas) dengan ancaman di atas 10 tahun penjara.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-perampokan_20170119_130029.jpg)