Breaking News:

Ngaku Bisa Panggil Nabi dan Malaikat, Pengobatan Ningsih Tinampi Akan Diawasi Ketat

Pengawasan itu dilakukan, mengingat sebelumnya video pengobatan yang dipublikasikan oleh Ningsih Tinampi di media sosial menyebut bisa melihat malaika

Kompas.com
Ningsih Tinampi saat mengobati pasiennya di rumahnya di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/9/2019)(KOMPAS.COM/ANDI HARTIK) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pengobatan alternatif Ningsih Tinampi yang berlokasi di Jalan Raya Lebaksari, Karang Kepuh, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menjadi sorotan pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Untuk menghindari hal tak diinginkan, lintas dinas dari Pemda setempat terus melakukan pengawasan terhadap pengobatan yang dijalankan.

Kepala Kajaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Ramdanu Dwiyantoro, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (5/2/2020), mengatakan tim gabungan dari lintas dinas akan melakukan pengawasan terhadap pengobatan alternatif yang dijalankan Ningsih Tinampi.

Tim gabungan tersebut terdiri dari Kejaksaan Negeri, Dinas Kesehatan Jawa Timur, Polda Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Pasuruan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pasuruan, dan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem).

"Nantinya Tim Pakem mengumpulkan data dari menganalisa, untuk tetap menciptakan situasi kondusif sekaligus mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," bebernya.

Meski demikian, pihaknya mengaku hanya bertindak jika ditemukan pelanggaran atau ada penistaan agama.

Pengawasan itu dilakukan, mengingat sebelumnya video pengobatan yang dipublikasikan oleh Ningsih Tinampi di media sosial menyebut bisa melihat malaikat dan mendatangkan nabi.

Akibat pernyataan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti dilansir dari Tribunnews.com juga sempat memberikan tanggapan.

"Pengobatan dengan baca-bacaan yang benar itu boleh saja. Tapi menggunakan mantra. Apalagi sampai overacting nabi dihadirkan, malaikat dipanggil, itu hampir tidak mungkin," kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jatim Dian Islami mengatakan, dari sidak yang dilakukan tersebut petugas menyimpulkan bahwa pengobatan yang dijalankan Ningsih Tinampi bukan pengobatan medis, melainkan pengobatan tradisional.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved