Breaking News:

Tanggapi soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Ridwan Kamil: Kami Tunggu Arahan Pusat

Gubernur Jawa BaratRidwan Kamil menunggu arahan pemerintah pusat terkait adanya keinginan warga eks ISIS yang ingin pulang Indonesia.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Senin (9/9/2019) usai menghandari pertemuan Wali Kota Se-Indonesia. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Gubernur Jawa BaratRidwan Kamil menunggu arahan pemerintah pusat terkait adanya keinginan warga eks ISIS yang ingin pulang Indonesia.

Menurutnya, pemerintah daerah tak punya kewenangan apapun terkait masalah tersebut.

"Sekali lagi kalau ada WNI di luar negeri itu keputusannya bukan di pemerintah daerah tapi keputusan pusat," tutur Emil, sapaan akrabnya saat ditemui di  Bandung, Sabtu (8/2/2020).

"Jadi hubungan luar negeri juga terkait  WNI eks ISIS, kalau pemerintah bilang tidak (menolak) kami amankan. Kalau iya (diterima) tolong disalurkan bikin program sambil nunggu arahan pemerintah pusat."

Emil mengaku belum mendapat kejelasan soal pemulangan WNI eks ISIS.

Ia pun berharap pemerintah bisa segera mencari solusi untuk mengatasi polemik tersebut.

Harapan Ridwan Kamil jika WNI eks ISIS diterima kembali
"Per hari ini saya belum ada kejelasan bagaimana penanganan pemulangan WNI yang dulu masuk ke ISIS, Suriah, di mana-mana.  Kami belum dapat penjelasan, tapi kami akan mengikuti (perintah pusat)," katanya. 

"Tapi kami intinya ingin warga kami kembali hidup normal seperti biasanya, membangun negeri ini dengan ideologi Pancasila tentunya sama-sama membaur ke masyarakat di Jawa Barat," tuturnya.

Sebelumnya, Emil mengatakan setiap WNI eks ISIS punya potensi untuk kembali ke Indonesia selama bisa insyaf sesuai indikator yang diterapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

"Iya lah kan warga sendiri, asal Insyaf oleh ukuran BNPT sehingga tak mengganggu tatanan nilai Pancasila dan tidak melakukan lagi kegiatan-kegiatan yang ilegal melanggar hukum," jelasnya. 

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved