Soroti Kasus PSK Dibawah Umur Digerebek saat di Penampungan, Ini Komentar Komnas PA

Arist mengatakan, secara hukum, para pelanggan PSK di bawah umur bisa dijerat pidana.

Soroti Kasus PSK Dibawah Umur Digerebek saat di Penampungan, Ini Komentar Komnas PA
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Para PSK di bawah umur yang sempat dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menilai, salah satu cara untuk memutus mata rantai eksploitasi seksual terhadap PSK di bawah umur, adalah dengan mengincar pelanggannya.

Arist mengatakan, secara hukum, para pelanggan PSK di bawah umur bisa dijerat pidana.

Hal itu sesuai Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Untuk memutus mata rantai sexual bonded (perbudakan seks) ini adalah konsumen juga jangan lupa," kata Arist di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (10/2/2020).

Menurut Arist, khusus untuk pelanggan yang menyetubuhi PSK di bawah umur sama saja melakukan hubungan seksual dengan anak-anak.

"(Mereka) bisa dijerat pidana, karena apa, sekali pun itu menurut si konsumen adalah PSK, yang mungkin dianggap boleh dilakukan kejahatan seksual, mereka tetap anak-anak," jelas Arist.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Arist pun mengatakan, merujuk peraturan yang ada, pelanggan PSK di bawah umur bisa dinyatakan bersalah.

Mereka bahkan bisa dijerat hukuman minimal 5 tahun penjara.

"Kalau melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak, maka konsumen itu bisa dijerat pidana minimal 5 tahun," ucap Arist.

Hari ini, Arist hadir di Mapolres Metro Jakarta Utara untuk berbicara sebagai narasumber dalam ungkap kasus praktik eksploitasi anak di bawah umur yang diungkap Polsek Kelapa Gading.

Halaman
1234
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved