Harga Bawang Putih Meroket, Disperindag Kabupaten Bogor Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Virus Coron

Harga jual bawang putih akhir-akhir melonjak drastis 2 kali lipat di sejumlah wilayah termasuk Bogor.

Harga Bawang Putih Meroket, Disperindag Kabupaten Bogor Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Virus Coron
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Harga bawang putih di Cibinong, Kabupaten Bogor kini meroket 2 kali lipat. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Harga jual bawang putih akhir-akhir meroket 2 kali lipat di sejumlah wilayah termasuk Bogor.

Di kalangan pedagang pasar dan konsumen di Cibinong beredar kabar bahwa kenaikan harga bawang putih ini disebabkan karena ditutupnya impor bawang putih dari China karena virus corona yang merebak.

Namun hal ini dibantah oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor Nuradi.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada penutupan impor bawang putih dari China karena virus corona.

"Soal wabah virus corona sepertinya tidak ada hubungannya, sebab kebijakan dari Mendag, impor bawang putih tetap berjalan," kata Nuradi saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2020).

Sementara terkait kenaikan bawang putih yang melonjak, kata Nuradi, terjadi pada bawang puting jenis cating atau pilihan.

Sementara bawang putih biasa kenaikannya hanya Rp 5.000.

"Hasil survei kami, yang dimaksud bawang putih yang naik itu adalah bawang putih cating, bawang putih yang sudah dipilih atau disortir, kalau bawang putih biasa kenaikannya hanya Rp 5000," kata Nuradi.

Belum diketahui pasti penyebab utama kenaikan bawang putih ini, namun pasokan bawang putih di pasar Bogor akhir-akhir ini memang berkurang dari biasanya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved