Anggota Dewan di Kabupaten Jarang Hadiri Musrenbang, Ketua DPRD Sebut Hasilnya Sama Dengan Reses

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinilai jarang menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar.

Anggota Dewan di Kabupaten Jarang Hadiri Musrenbang, Ketua DPRD Sebut Hasilnya Sama Dengan Reses
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto saat memperlihatkan dokumen kepada wartawan di kantornya, Jumat (14/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinilai jarang menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto pun memberikan penjelasan sambil keluar masuk ruangannya mengambil sejumlah dokumen.

Dia menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan masalah teknis surat-surat yang masuk ke DPRD terkait musrenbang.

"Ini ada buktinya, ini yang nulis bukan saya, TU (Tata Usaha)," kata Rudy Susmanto sambil memperlihatkan sejumlah dokumen, Jumat (14/2/2020).

Dia menjelaskan bahwa masalah dalam surat menyurat itu karena kedatangannya terlalu mendadak atau mepet serta kurangnya koordinasi terkait penjadwalan.

Meski begitu, kata Rudy hal ini tetap akan menjadi evaluasi DPRD Kabupaten Bogor.

"Intinya kami tetep mendukung program-program yang diharapkan masyarakat seperti apa, karena di Musrenbang sendiri insya Allah akan sama dengan reses kemarin. Program-program masyarakat tentu akan kita perjuangkan. Tapi ini jadi bahan evaluasi kami bersama agar terkait teknis masalah surat menyurat yang masuk agar kita benahi bersama-sama," ungkap Rudy Susmanto.

Diberitakan sebelumnya, acara musyawarah perencanan pembangunan (musrenbang) di Kabupaten Bogor dikritisi karena jarang dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Hal ini dikatakan oleh Pengamat Kebijakan Politik Yusfitriadi.

"Musrenbang sejatinya merupakan sebuah momentum untuk menyerap prioritas-prioritas program pemerintah yang berbasis partisipatif. Namun faktanya tidak semua pihak memberikan perhatian khusus pada penyelenggaraan musrenbang tersebut," kata Yusfitriadi, Kamis (13/2/2020).

Dia menjelaskan bahwa musrenbang di Kabupaten Bogor terkesan hanya sekedar acara seremoni tahunan karena seringkali keputusan musrenbang hanya sekedar keputusan tidak untuk dilaksanakan programnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved