Suami BCL Meninggal
Dewi Sandra Sebut Ashraf Sinclair Manusia Paling Sehat: Gak Masuk Akal, Hatiku Hancur
Sebagai teman dekat, Dewi Sandra mengenal sosok Ashraf sebagai orang yang paling sehat.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Namun, sebagai manusia ia sadar tak bisa melawan ketetapan Allah.
Dewi Sandra mengaku hatinya ikut hancur saat mengantarkan Ashraf Sinclair ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Ia hanya bisa mengingat momen itu sebagai nasihat bahwa kematian bisa datang kapan saja dan dengan cara apa saja.
Hati Dewi Sandra pun semakin remuk ketika mendengar kata perpisahan dari ayahanada Ashraf Sinclair.
Dewi Sandra mengaku tak bisa membendung air matanya dan dadanya terasa sesak.
• Ayahanda Terisak Sempat Janjikan Ini ke Ashraf Sinclair Sehari Sebelum Wafat: Sulit untuk Berpisah
• BCL Berduka Kehilangan Ashraf Sinclair, Ussy Sulistyawati : Enggak Kebayang, Baru Dengar Ceritanya
Yakni saat sang ayah mengatakan kalau Ashraf Sinclair tak benar-benar pergi, sebab ia tumbuh di dalam diri putranya, Noah Sinclair.

Lalu Dewi Sandra pun mendoakan agar Asraf Sinclair, husnul khotimah.
Dan terakhir, ia juga berdoa untuk kekuatan Bunga Citra Lestari melewati masa ini.
Ia juga mengatakan kalau BCL masih memiliki banyak sahabat yang benar-benar peduli padanya.
Ini caption lengkapnya :
“Bunga dan Temanku
.
.
.
Hari ini aku menangisi seorang ibu dan ayah yang kehilangan anaknya, keluarga yang kehilangan abangnya, seorang istri yang kehilangan cinta sekaligus suaminya dan seorang anak yang kehilangan figur yang takkan tergantikkan yaitu ayahnya. .
.
.
Hari ini aku menangisi dirku sendiri yang kehilangan... dia..... dia yang meninggalkan kesan yang begitu dalam di hati.... .
.
.
Pagi ini ketika mendengar kabar duka kaya ngga mau percaya karena ngga masuk akal.
Ini orang adalah manusia paling sehat setau aku tapi itulah manusia kita tidak akan pernah tau rahasia Allah.
Kami terlalu lemah untuk melawan qodo dan qodarnya.
Ketika mengantar jenazah ke tempat istirahatnya, hati pun hancur tapi sekaligus sekuat tenaga memaksakan diri untuk bersyukur kepadanya karena telah memberikan nasehat terbaik untuk kita semua.
Bahwa puncak kehidupan yang sesungguhnya adalah kematian.... bisa datang kapanpun, dimanapun dengan cara apapun.