Soal Kesiapsiagaan Bencana, Orang Jepang Belajar dari Indonesia

Dia menjelaskan Indonesia tidak mungkin hanya mengandalkan aparat-aparat pemerintah dalam hal kesiapsiagaan bencana.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Menteri Sosial RI Juliari Batubara menghadiri upacara peresmian pengoptimalan fungsi dan kegiatan Tagana Training Center (TTC) menjadi Tagana Center di Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis (20/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Menteri Sosial RI Juliari Batubara mengatakan di Jepang tidak ada komunitas kesiapsiagaan bencana seperti Tanggap Darurat Bencana (Tagana) di Indonesia.

Hal itu dia ungkapkan setelah mendengar langsung dari sejumlah tamu dari Chiba University yang menghadiri upacara kesiapsiagaan bencana Tagana di Hambalang Bogor, Kamis (20/2/2020).

"Ternyata mereka dari Chiba University itu mau belajar juga. Tadi menyampaikan kepada saya, Profesor Tanaka, bahwa di Jepang ini tidak ada yang berbasis komunitas seperti Tagana," kata Juliari Batubara.

Dia menjelaskan Indonesia tidak mungkin hanya mengandalkan aparat-aparat pemerintah dalam hal kesiapsiagaan bencana.

Tapi perlu juga dibantu oleh kesiapsiagaan bencana yang berbasis komunitas seperti Tagana.

"Mereka (Chiba University) juga memberikan bantuan alat-alat yang menurut saya bagus," kata Juliari Batubara.

Dia menjelaskan bahwa ke depan, Tagana akan fokus pelatihan karena bencana di Indonesia seperti permanen selalu ada.

"Tadi saya sampaikan bahwa kesiapsiagaan mereka (Tagana) itu berpengaruh terhadap berapa nyawa yang tertolong. Kita tidak pernah tahu bahwa ada nyawa-nyawa orang hidup dan matinya ada di tangan mereka suati saat. Oleh karena itu kesiapan mereka, kemampuan mereka, peralatan mereka juga sangat berpengaruh bagi sedikitnya korban-korban bencana alam di kemudian hari," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved