Breaking News:

Terungkap Alasan Suami Perkosa Anak Kandungnya Ratusan Kali, Begini Kondisi Korban Sebenarnya

Seorang ayah tega melakukan hal tak terpuji kepada anakyna hingga lebih dari 100 kali.

Tribun Jambi/M Ferry Fadly
SD (42), warga Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, yang menyetubuhi anak kandung lebih dari 100 kali 

Kejadian lain menimpa seorang gadis remaja menjadi budak nafsu orang terdekatnya.

Gadis berinisial I (15) tahun itu menjadi budak nafsu ayah kandungnya, kakak dan juga sepupunya sendiri.

Aksi bejat ketiga pelaku sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

Saat ini, ketiga pelaku yakni MK (60), kakanya DM (22) dan sepupunya DA (22) telah diamankan aparat kepolisian.

Peristiwa cukup memilukan ini terjadi di Mamasa, Sulawesi Barat.

Bahkan, saat ini korban mengalami trauma akibat insiden yang menimpanya itu.

Tak hanya itu, perut wanita usia pelajar SMP tersebut pun kini membuncit lantaran berisi janin bayi.

Usia kandungannya kini sudah sekitar 6 bulan.

Melansir Kompas.com, terungkapnya kasus ini ketika tetangga merasa ada keanehan dengan tubuh gadis berusia 15 tahun itu.

Warga juga melihat gelagat yang aneh ditunjukan oleh keluarga korban.

Sebab, warga curiga melihat kedekatan hubungan ketiga pelaku dan korban yang dinilai tak lazim.

Kepada warga, korban I mengaku diperkosa ketiga pelaku.

Namun, ia tak berdaya untuk melawan lantaran lantaran ketiga pelaku yang menompang hidupnya selama ini.

Saat ini, korban mengalami trauma dan sedang didampingi petugas PPA Pemda Mamasa untuk pemulihan.

Diperkosa Betahun-tahun

Korban rupanya dipaksa untuk melayani nasfu birahi sang ayah, kakak dan sepupunya selama bertahun-tahun.

Hal itu diungkap Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto, Senin (3/2/2020).

“Dari hari pemeriksaan penyidik memastikan pelaku melakukan perbuatan asusila selama rentang waktu cukup lama dan sadar bahwa perbuatannya itu salah,” ucap Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto, saat dihubungi, Senin (3/2/2020).

Korban Mendapat Ancaman

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, korban I terpaksa menuruti kemauan sang ayah, kakak dan sepupunya.

Korban I mengaku diintimidasi oleh ketiga pelaku agar mau melayaninya.

Korban diancam jika berani membeberkan perbuatan para pelaku.

Kadis Pelindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Mamasa, Festi Paotonan mengatakan, hingga kini korban masih dalam pendampingan karena trauma yang dialami.

"Kita berharap korban bisa segera pulih dan semua masyarakat bisa ikut mensuport agar korban yang mengalami trauma psikis dan menutup diri bisa kembali pulih,” ucap Festi.

(TribunnewsBogor.com/TribunJambi/Kompas.com)

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved