Sederet Kasus yang Ditangani AKBP Muhammad Joni saat Jabat Kapolres Bogor hingga Akhirnya Terungkap

Dia hanya menjabat selama 5 bulan sampai akhirnya tongkat kepemimpinan Polres Bogor resmi diserahkan ke AKBP Roland Ronaldy sebagai Kapolres Bogor yan

Polres Bogor
Serah terima jabatan Kapolres Bogor dari AKBP Muhammad Joni (kiri) kepada AKBP Roland Ronaldy (kanan) di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Jabatan AKBP Muhammad Joni sebagai Kapolres Bogor tergolong cukup singkat.

Dia hanya menjabat selama 5 bulan sampai akhirnya tongkat kepemimpinan Polres Bogor resmi diserahkan ke AKBP Roland Ronaldy sebagai Kapolres Bogor yang baru, Sabtu (22/2/2020).

Dalam pidatonya di acara pisah sambut Kapolres Bogor di Gedung Serbaguna 1 Pemda Kabupaten Bogor, AKBP Muhammad Joni sempat menyebut beberapa kasus menonjol di wilayah hukum Polres Bogor.

Beberapa di antaranya bahkan belum terungkap sampai di akhir masa jabatannya sebagai kapolres seperti salah satunya adalah kasus pembunuhan mayat dalam koper di Nanggung, Kabupaten Bogor.

"Selama 5 bulan ini juga kami berkomitmen dari Polres Bogor bagaimana memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, yaitu dengan beberapa kasus yang cukup menonjol di wilayah Kabupaten Bogor. Contoh kasus, pembunuhan, perampokan, home industri narkoba," kata AKBP Muhammad Joni.

Meski begitu, dalam kurun waktu jabatan 5 bulan ini, AKBP Muhammad Joni telah berhasil mengungkap kasus yang sangat meresahkan warga Bogor dan ramai diperbincangkan yakni kawin kontrak di Puncak Bogor.

Kenalkan Kapolres Bogor yang Baru AKBP Roland Ronaldy, Sempat Kaget saat Tahu Luas Wilayah Bogor

Bahkan diakui Joni, kasus kawin kontrak ini baru ada di masa jabatan Kapolres Bogor yang dia dipegang.

"Ada kasus yang agak ramai, kawin kontrak. Jadi, sekian puluh kapolres di sini, itu belum ada namanya kasus kawin kontrak, saya dulu agak sedikit merenung karena masalahnya ada video viral sampai luar negeri terjadi kawin kontrak di wilayah Puncak, ada kawin tamasya namanya," kata AKBP Muhammad Joni.

Setelah berkoordinasi dengan Bupati Bogor Ade Yasin terkait kasus itu, akhirnya digelar rapat koordinasi lintas sektoral sampai akhirnya kasus itu diungkap Polres Bogor dalam waktu beberapa hari.

Selain itu, Muhammad Joni di masa jabatannya sebagai Kapolres Bogor yang tergolong singkat ini juga berhasil menyelesaikan pembangunan gedung terintegrasi berisi pelayanan SPKT, SKCK, konseling, identifikasi termasuk ruang penegakan hukum demi memaksimalkan pelayanan di Polres Bogor.

Selepas menjabat sebagai Kapolres Bogor, AKBP Muhammad Joni kini dipromosikan menjadi Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Metro Jaya.

Kapolres Bogor yang baru, AKBP Roland Ronaldy mengatakan bahwa walaupun hanya menjabat 5 bulan, kinerja AKBP Muhammad Joni ia nilai sudah cukup luar biasa dan sangat terinci.

"Saya hanya bisa berharap semoga bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh senior saya, syukur-syukur saya tingkatan, tapi melanjutkan saja sudah luar biasa. Saya juga mendoakan semoga Bapak AKBP Muhammad Joni segera diberikan Kombesnya dan jabatan barunya dilancarkan," ungkap AKBP Roland Ronaldy.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved