Breaking News:

Restoran Rindu Alam Tutup

Restoran Legendaris Rindu Alam Puncak Bogor Tutup, Ini yang Terjadi

Restoran keluarga yang pertama kali dibangun pada tahun 1979 oleh Letnan Jenderal TNI Ibrahim Adjie ini pun kini kosong tanpa ada aktifitas apapun.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Restoran Rindu Alam di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. 

"Kalau kami siap membantu menurunkan personel, tapi kewenangannya ada di provinsi khusus untuk Rindu Alam itu," kata dia.

Herdi juga mengatakan, saat ini Pemprov Jabar juga sudah memberikan SP 3 pada manajemen restroan Rindu Alam.

"Tanggal pastinya saya belum tahu, tapi kemungkinam besar awal tahun baru akan dieksekusi karena surat SP 3 juga sudah turun," tukasnya.

Curhatan Pengunjung Restoran Rindu Alam Puncak

Saat heboh diberitakan akan segera dibongkar, pengunjung restoran Rindu Alam, Puncak, Kabupaten Bogor tetap ramai dikunjungi.

Sejumlah warga dari luar Bogor sengaja berwisata ke Puncak untuk menikmati makanan di restoran Rindu Alam.

Seperti yang dilakukan pasangan suami isteri, Aji (45) dan Sriyanti (40) ini sengaja untuk makan di sana karena mereka merasa itu yang terakhir kalinya bisa makan di restoran favoritnya itu.

"Iya ini kenangan, karena sudah sejak lama saya suka ke sini, 3 bulan sekali lah saya suka kesini, mungkin ini hari terakhir, makanya untung bisa liburan ke sini, makanya dari tadi pagi berangkat ke sini," ujar Aji kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (1/12/2017).

Di dalam kesempatannya itu Aji dan isteri pun duduk dimeja makan di dekat kaca bagian tengah restoran.

Mereka pun memesan makanan favoritnya mulai dari seafood, ikan patin dan ikan gurame bakar ditambah suasana Puncak saat itu sedang diselimuti kabut yang cukup dingin, hingga mereka pun terpantau lahap menikmati sajian yang mereka pesan.

Aji mengaku tidak habis pikir kenapa restoran yang kerap ia kunjungi bersama keluarganya itu harus ditutup.

Pengunjung restoran Rindu Alam Puncak sedang menikmati hidangan, Jumat (1/12/2017).
Pengunjung restoran Rindu Alam Puncak sedang menikmati hidangan, Jumat (1/12/2017). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Terlebih, sejauh yang Aji dengar, bahwa penutupan restoran Rindu Alam didasari oleh kebijakan pemerintah.

"Ya kalo saya, kebijakan pemerintah sih ya, Provinsi, ya kita mau gimana lagi karena itu kan izinnya udah abis," ungkap Aji.

Ia juga berharap, restoran kebanggaanya itu benar-benar tidak jadi ditutup karena berisi kenangan Aji bersama istri dan keluarganya.

"Ya kalo perlu ditata, nanti ditata lagi restorannya gimana gitu, saya kasian sama pegawainya aja," ungkapnya.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved