Breaking News:

Restoran Rindu Alam Tutup

Restoran Legendaris Rindu Alam Puncak Bogor Tutup, Ini yang Terjadi

Restoran keluarga yang pertama kali dibangun pada tahun 1979 oleh Letnan Jenderal TNI Ibrahim Adjie ini pun kini kosong tanpa ada aktifitas apapun.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Restoran Rindu Alam di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Restoran legendaris Rindu Alam Puncak Bogor akhirnya ditutup.

Restoran keluarga yang pertama kali dibangun pada tahun 1979 oleh Letnan Jenderal TNI Ibrahim Adjie ini pun kini kosong tanpa ada aktifitas apapun.

Cucu ke-2 sang pendiri Rindu Alam, Adam Adjie mengatakan bahwa penutupan Restoran Rindu Alam ini berkaitan dengan habisnya masa kontrak.

"Iya (tutup), udah dari kemarin, Kamis tanggal 20 (Februari 2020)," kata Adam Adjie saat dihubungi TribunnewsBogor.com via sambungan telepon, Senin (24/2/2020).

Meski begitu, kata dia, penutupan Rindu Alam ini hanya bersifat sementara.

Sebab, pihaknya masih berupaya mengurus perpanjangan masa kontrak.

"Memang sudah habis sih (kontrak), memang lagi diurusin lagi, cuman memang lagi pelan-pelan aja. Tutup sementara dulu aja, kalau memang dikasih izinnya ya kita buka lagi, kita ngikutin peraturan aja. Urus izinnya ke Provinsi (Jabar)," kata Adam Adjie.

Dia menjelaskan bahwa status tanah yang ditempati Restoran Rindu Alam kini dalam status quo atau dibekukan.

 

Pengunjung restoran Rindu Alam, Puncak, Kabupaten Bogor.
Pengunjung restoran Rindu Alam, Puncak, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Kemudian untuk pengurusan izin, kata dia masih bisa dilakukan.

"Siapapun bisa ngurusin izin sekarang, maksudnya statusnya status quo sekarang, siapapun bisa (urus izin) dan gak boleh ada aktifitas di sana dulu, jadi beneran kosong," ujar Adam.

Apabila nanti izin operasi Rindu Alam di Puncak Bogor ini kembali mendapat izin, maka Rindu Alam akan kembali beroperasi seperti sedia kala meskipun belum diketahui kapan Rindu Alam kembali dibuka.

Diketahui, Restoran Rindu Alam sebelumnya sempat diisukan akan dibongkar karena berdiri di lahan milik provinsi pada tahun 2017 lalu.

Namun pembongkaran itu urung dilakukan karena pembangunan restoran ini sudah atas izin Dinas PU dan permasalahannya terjadi tumpang tindih perjanjian hingga hal ini pun diselesaikan di meja hijau.

Restoran Rindu Alam yang dibangun pada tahun 1979 dan mulai beroperasi sejak tahun 1980 ini sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Puncak Bogor.

Banyak pelanggannya yang masih tetap setia berdatangan sejak dulu saat mereka masih muda hingga kembali berkunjung ke Restoran Rindu Alam sudah membawa anak dan cucu-cucu mereka.

Sebelumnya, restoran Rindu Alam sempat ramai dikabarkan bakal dibongkar.

Pada akhir 2017 lalu diberitakan bahwa Satpol PP Kabupaten Bogor berencana meratakan bangunan Restoran Rindu Alam Puncak sebelum pergantian tahun baru 2018.

Kabid Penegakan Perundang-undangan pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, eksekusi bangunan dilakukan setelah ada surat teguran ketiga keluar dari Dinas Tata Tangunan Kabupaten Bogor.

Menurutnya, saat ini surat teguran yang dikeluarkan Pemkab Bogor sudah memasuki tahap dua.

"Setelah ada pelimpahan dari tata bangunan baru kami yang bergerak," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (4/12/2017).

Restoran Rindu Alam, Puncak
Restoran Rindu Alam, Puncak (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Agus sendiri tidak mengetahui secara pasti proses gugatan yang dilakukan Rindu Alam kepada Pemprov Jabar sebagai pemilik lahan.

Namun, pembongkaran restoran yang berada di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor itu direncanakan selesai sebelum pergantian tahun 2018.

"Kami upayakan sebelum tahun baru sudah dibongkar, karena pada prinsipnya Pemprov Jabar juga meminta ke Pemda lahan tersebut harus sudah dikosongkang," tukasnya.

Namun. rencana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor membongkar restoran Rindu Alam akhir tahun 2017 batal dilakukan.

Hal itu diungkapkam Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Herdiana saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (28/12/2017).

Menurut Herdi, pembongkaran restoran Rindu Alam yang berada dikawasan Cisarua, Kabupaten Bogor batal dibongkar karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan.

"Engga jadi dibongkar tahun ini," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com.

Menurutnya, batalanya pembongkaran restoran Rindu Alam itu lantaran hingga saat ini proses hukum masih berjalan.

Sehingga, pihaknya tidak berani membongkar restoran yang berada dikawasan Puncak tersebut.

"Kalau kami siap membantu menurunkan personel, tapi kewenangannya ada di provinsi khusus untuk Rindu Alam itu," kata dia.

Herdi juga mengatakan, saat ini Pemprov Jabar juga sudah memberikan SP 3 pada manajemen restroan Rindu Alam.

"Tanggal pastinya saya belum tahu, tapi kemungkinam besar awal tahun baru akan dieksekusi karena surat SP 3 juga sudah turun," tukasnya.

Curhatan Pengunjung Restoran Rindu Alam Puncak

Saat heboh diberitakan akan segera dibongkar, pengunjung restoran Rindu Alam, Puncak, Kabupaten Bogor tetap ramai dikunjungi.

Sejumlah warga dari luar Bogor sengaja berwisata ke Puncak untuk menikmati makanan di restoran Rindu Alam.

Seperti yang dilakukan pasangan suami isteri, Aji (45) dan Sriyanti (40) ini sengaja untuk makan di sana karena mereka merasa itu yang terakhir kalinya bisa makan di restoran favoritnya itu.

"Iya ini kenangan, karena sudah sejak lama saya suka ke sini, 3 bulan sekali lah saya suka kesini, mungkin ini hari terakhir, makanya untung bisa liburan ke sini, makanya dari tadi pagi berangkat ke sini," ujar Aji kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (1/12/2017).

Di dalam kesempatannya itu Aji dan isteri pun duduk dimeja makan di dekat kaca bagian tengah restoran.

Mereka pun memesan makanan favoritnya mulai dari seafood, ikan patin dan ikan gurame bakar ditambah suasana Puncak saat itu sedang diselimuti kabut yang cukup dingin, hingga mereka pun terpantau lahap menikmati sajian yang mereka pesan.

Aji mengaku tidak habis pikir kenapa restoran yang kerap ia kunjungi bersama keluarganya itu harus ditutup.

Pengunjung restoran Rindu Alam Puncak sedang menikmati hidangan, Jumat (1/12/2017).
Pengunjung restoran Rindu Alam Puncak sedang menikmati hidangan, Jumat (1/12/2017). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Terlebih, sejauh yang Aji dengar, bahwa penutupan restoran Rindu Alam didasari oleh kebijakan pemerintah.

"Ya kalo saya, kebijakan pemerintah sih ya, Provinsi, ya kita mau gimana lagi karena itu kan izinnya udah abis," ungkap Aji.

Ia juga berharap, restoran kebanggaanya itu benar-benar tidak jadi ditutup karena berisi kenangan Aji bersama istri dan keluarganya.

"Ya kalo perlu ditata, nanti ditata lagi restorannya gimana gitu, saya kasian sama pegawainya aja," ungkapnya.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved