Kabut di Puncak Semakin Tebal Saat Musim Hujan, Pengendara Diimbau Ekstra Hati-hati
Menyalakan lampu utama kendaraan saat melintasi kawasan Puncak amat diperlukan karena jarak pandang hanya sekitar 10 meter.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pengendara yang melintasi kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor diimbau berhati-hati karena kawasan Puncak Bogor ini kini hampir setiap hari diselimuti kabut tebal.
Menyalakan lampu utama kendaraan saat melintasi kawasan Puncak amat diperlukan karena jarak pandang hanya sekitar 10 meter.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko, Asep Firman Ilahi mengatakan bahwa cuaca berkabut di kawasan Puncak sudah terjadi sejak 1 bulan terakhir.
"Cuaca berkabut dalam sebulan terakhir karena proses kondensasi di dekat permukaan. Hal ini normal pada bulan-bulan puncak musim hujan," kata Asep Firman Ilahi saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Rabu (26/2/2020).
Dia menjelaskan bahwa pada musim hujan, suplai air di daratan menjadi cukup besar.
Saat berkondensasi akan membentuk kabut tebal khususnya di daerah tinggi seperti kawasan Puncak Bogor.
"Karena suplai uap air dari daratan cukup besar, di ketinggian seperti Pincak, uap air ini berkondensasi membentuk kabut tebal," kata Asep Firman Ilahi.
Sementara cuaca ekstrem di kawasan Bogor ini diprediksi akan terus terjadi sampai akhir Februari 2020 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kabut-puncak-tiati2.jpg)