Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Tak Kecualikan Virus Corona yang Mewabah
Kemudian alasan yang lainnya adalah karena wabah corona dalam waktu jangka panjang berpotensi memberikan dampak memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Ketua Dewan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menjelaskan bahwa segenap perusahaan asuransi jiwa mencermati perkembangan wabah virus corona.
Menurutnya, ada beberapa alasan, diantaranya mereka yang terkena corona bila memiliki tanggungan asuransi jiwa menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi jiwa.
"Saya lumayan percaya bahwa sebagian besar polis asuransi jiwa yang ada tidak mengecualikan wabah corona," kata Budi Tampubolon dalam acara Media Workshop di Hotel Aston, Sentul, Bogor, Jumat (28/2/2020) malam.
Kemudian alasan yang lainnya adalah karena wabah corona dalam waktu jangka panjang berpotensi memberikan dampak memperlambat pertumbuhan ekonomi.
"Oleh karenanya setiap perusahaan asuransi pasti mencermati dampak penyebaran virus corona ini pada ekonomi nasional," kata Budi.
Namun sejauh ini, kata dia, belum ditemukan adanya dampak pada perusahaan asuransi terkait wabah virus corona ini.
Dia juga menilai pemerintah sudah melakukan langkah yang baik demi mencegah penyebaran virus corona masuk ke Indonesia.
"Kita belum lihat, mungkin kesan pertama yang bisa kami sampaikan adalah kebutuhan atau minat terhadap proteksi asuransi akan meningkat. Tapi di sisi yang lain kita juga harus mengantisipasi dalam dampak ekonomi. Pemerintah sudah melakukan langkah terbaik untuk memgantisipasi wabah corona masuk ke Indonesia, namun kami juga meminta dukungan pemerintah terhadap industri asuransi khususnya di tengah wabah corona ini," ungkap Budi.