Klaim Asuransi Jiwa Dinilai Menyulitkan, Ini Penjelasan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

Dia menjelaskan bahwa manfaat yang dibayarkan tahun 2008 berada di angka Rp 30,08 Triliun.

Klaim Asuransi Jiwa Dinilai Menyulitkan, Ini Penjelasan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Media Workshop di Hotel Aston, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (28/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Ketua Dewan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengaku bahwa ada saja masyarakat yang menilai bahwa klaim asuransi jiwa itu menyulitkan.

"Selalu dibilang bahwa asuransi jiwa susah klaimnya. Padahal uang yang dibayarkan sudah jauh tembus Rp 100 Triliun, peningkatannya dari Rp 30 Triliun sepuluh tahun kemudian jadi Rp 121 Triliun," kata Budi Tampubolon dalam Media Workshop di Hotel Aston, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (28/2/2020).

Dia menjelaskan bahwa manfaat yang dibayarkan tahun 2008 berada di angka Rp 30,08 Triliun.

Kemudian untuk manfaat ketika tertanggung atau nasabah meninggal dunia termasuk manfaat asuransi akhir kontrak, nilai tebus kesehatan dan lain-lain totalnya di tahun tersebut berada di angka Rp 30,08 Triliun.

Lalu 10 tahun kemudian pada posisi tahun 2018 para perusahaan asuransi dalam AAJI telah membayarkan Rp 121,35 Triliun kepada pemegang polis maupun keluarganya.

"Jadi sebetulnya pembayaran asuransi jiwa ini semakin banyak. Ini menunjukan bahwa pada dasarnya industri asuransi jiwa berkomitmen kok untuk bayar klaim, terbukti dengan adanya angka ini," kata Budi.

Pada dasarnya, kata dia, perusahan-perusahaan asuransi jiwa konsisten memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Mungkin ada suatu hal di salah satu perusahaan asuransi, namun tidak merepresentasikan ke seluruh perusahaan asuransi jiwa khususnya yang tergabung dalam AAJI.

"Jadi tolong, jangan karena satu kejadian dan lain hal terus dibilang asuransi jiwa tidak memenuhi janjinya kepada nasabah. Mungkin itu kejadian pada salah satu anggota kami, tapi tidak merepresentasikan ke 60 perusahaan asuransi jiwa yang merupakan anggota AAJI," ungkap Budi Tampubolon.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved