Sekilas Tentang Hak Cipta dalam Industri Media, Begini Penjelasan Ahli

Ahmad Rifadi membahas seputar Hak Cipta dalam industri media seperti HKI atas foto, video, musik, instrumen lagu, font, grafis, animasi, HKI

TribunnewsBogor.com/Afkar Sarvika
Seminar Hak Cipta dalam Industri Media di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (28/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohmad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PALMERAH - Kompas Gramedia menggelar seminar Hak Cipta dalam Industri Media yang diikuti karyawan dari beberapa bisnis unitnya.

Seminar Hak Cipta dalam Industri Media ini digelar di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (28/2/2020).

Ahmad Rifadi dari Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham RI menjadi narasumber seminar tersebut.

Dalam seminar ini, Ahmad Rifadi membahas seputar Hak Cipta dalam industri media seperti HKI atas foto, video, musik, instrumen lagu, font, grafis, animasi, HKI atas materi di media sosial dan peran lembaga manajemen kolektif.

Selain itu, turut dibahas soal perjanjian pengalihan HKI, HKI karyawan di perusahaan, dan creative commons sebagai opsi bebas bayar.

Ahmad Rifadi menjelaskan, perlindungan hak cipta bersifat otomatis.

Artinya, saat ide diwujudkan dalam bentuk nyata atau konkret maka ciptaan tersebut telah dilindungi tanpa menysaratkan pencatatan.

"Tercatat maupun tidak tercatat tetap dilindungi," ujarnya Ahmad Rifadi.

Hak cipta, lanjutnya, terdiri dari hak ekonomi dan hak sosial.

Bedanya, hak ekonomi berkaitan dengan melakukan penerbitan ciptaan, penggandaan dalam segala bentuknya, penerjemahan ciptaan, dan lain sebagainya.

Sedangkan hak moral merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri pencipta untuk tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya.

"Kemudian menggunakan nama aliasnya mnegubah ciptaannya, hingga mengubah judul dan anak judul ciptaan," terangnya.

Selain itu, Ahmad Rifadi juga sedikit mengulas tentang pembatasan hak cipta.

Ia menjelaskan bahwa pembatasan hak cipta merupakan perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

Misalnya pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, lembaga penyiaran dan surat kabar atau sumber sejenis lainnya dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.

Sementara itu di sesi akhir, Ahmad Rifadi pun membuka memberi kesempatan kepada karyawan Kompas Gramedia untuk bertanya seputar topik tersebut.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved