Breaking News:

Teror Virus Corona

Pengakuan Mahasiswi Penimbun 17.500 Masker di Apartemen, Segini Keuntungannya

masker menjadi salah satu yang paling dicari masyarakat sejak mewabahkan virus corona.

Wartakota
Ilustrasi 

Polda Metro Jaya saat menggelar konferensi pers di PT Mitra Jayakarta Persada (MJP) Cargo, Jalan Marsekal Suryadarma, Neglasari, Kota Tangerang, Rabu (4/3/2020) (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)
Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan, dua orang berhasil diamankan untuk dimintai keterangan yakni berinisial H dan W.

Sebelum dibongkar, H dan W sudah tiga kali mengirim masker-masker miliknya ke beberapa lokasi untuk diperjualbelikan.

Lanjut Yusri, tindak penggerebakan ini dilakukan karena fenomena langkanya masker pascamasuk Virus Corona di Indonesia beberapa waktu lalu.

Minuman Tradisional Ini Diklaim Bisa Tangkal Virus Corona, Simak Penjelasannya

Disemprok Disinfektan, Sekolah Internasional di Tangsel Libur Sepekan

Namun, kata Yusri, pihaknya masih melakukan pendalaman soal pengendapan ratusan boks berisi masker tersebut lantaran, baru kemarin ditindak.

"Masih didalami oleh tim penyidik tentang perizinannya. Karena kita ketahui bersama apakah memang boleh, sementara ini di dalam negeri kita sendiri ini juga sedang mengalami kelangkaan (masker)," ujar Yusri.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iwan Kurniawan menambahkan, ratusan masker tersebut tidak ada registrasi izin edar alat kesehatan dari Kemenkes.

"Ini diamankan karena memang tidak ada izin edar dan izin buatnya," kata Iwan.

Kini keduanya dijerat Pasal 197 Subsider Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Ancaman pidana maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 50 miliar," tutup Iwan. 

(TribunnewsBogor.com/TribunJakarta)

Penulis: Damanhuri
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved