OTT Pejabat Bogor

2 PNS Pemkab Bogor yang Terjaring OTT Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Perizinan

Perizinan ini adalah terkait pembangunan rumah sakit di wilayah Cibungbulang dan pembangunan vila di wilayah Cisarua Puncak Bogor.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Seorang pria berseragam dinas di Cibinong, Kabupaten Bogor terjaring Operasi tangkap tangan (OTT) polisi, Selasa (3/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Bogor berinisial IR dan FA, kini sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pasca terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Cibinong.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menjelaskan bahwa kedua tersangka ini terbukti telah menerima sejumlah uang atau suap demi memuluskan suatu perizinan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor.

Perizinan ini adalah terkait pembangunan rumah sakit di wilayah Cibungbulang dan pembangunan vila di wilayah Cisarua Puncak Bogor.

"Kita kenakan UU Tindak Pidana Korupsi menerima uang yang bukan kewenangannya. Intinya untuk mengeluarkan izin, salah satunya terkait pembangunan vila di daerah Cisarua sama rumah sakit di daerah Cibungbulang," kata AKBP Roland Ronaldy di Mapolres Bogor, Kamis (5/3/2020).

IR diketahui menjabat sebagai Sekretatis Dinas (Sekdis) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

Sementara FA diketahui menjabat sebagai staf.

Sementara siapa sosok pemberi uang dalam kasus ini masih dalam pengembangan polisi.

"Perannya, FA ini membantu IR. Izinnya sedang proses, makanya kita amankan beberapa dokumen. (Pemberi) Nanti, dalam proses penyelidikan," kata Roland.

Roland menuturkan bahwa kedua tersangka ini dijerat dengan pasal 12 a, b 12 B termasuk juga pemberi yang akan dikenakan pasal 6 dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved