Breaking News:

Bos Tambang Emas Ilegal Ditangkap

BREAKING NEWS - Bos Penambang Emas Ilegal di Bogor Ditangkap, Penghasilannya Puluhan Juta Per Bulan

Polisi menangkap RA, bos besar penambang emas ilegal di Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor yang beromzet puluhan juta per bulan.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
RA, bos penambang emas ilegal di Kabupaten Bogor ditangkap Polres Bogor. Penghasilan RA dari emas ilegal ini mencapai puluhan juta per bulan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bos penambang emas ilegal atau penambang emas tanpa izin (PETI) ditangkap polisi.

Pelaku berinisial RA ini ditangkap Polres Bogor di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Dalam menjalankan bisnis ilegalnya RA mampu meraup penghasilan hingga puluhan juta per bulan.

"Peran pelaku adalah yang melakukan penambangan ilegal termasuk mengolah dan pemiliknya. Kurang lebih beroperasi 2 tahunan, di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Kamis (5/3/2020).

AKBP Roland Ronaldy  menjelaskan bahwa RA merupakan bos yang memperkerjakan 30 orang karyawan.

Omzet yang didapat pelaku dari usaha tambang emas ilegal ini mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

"Omset yang didapatkan oleh pelaku ini Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bulan," Roland Ronaldy.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti 70 gelundungan, 6 tong dan 20 karung berisi bebatuan mengandung emas, 4 karung karbon, 2,5 botol merkuri, 3 kompressor, 6 dinamo, 2 buah poli dan 2 set karet ban.

Selain itu juga disita 1 serokan, 1 buah lembeng jedil, 1 buku catatan berisi rekapan, 2 lembar catatan penjualan, 2 karung lumpur, 3 buah beban, 1 tabung elpiji ukuran 3 kg, 1 timbangan emas, 3 mangkok, 1 set gembosan, 9 kowi.

Polisi juga menyegel 4 lubang galian emas ilegal.

"Hasilnya dijual kemana-mana, macem-macem lah, tempat-tempat lain, omset yang didapat kan yang tadi itu. Ini yang terbesar di Bogor lah selama ini. Tersangka dijerat pasal 161 dan atau pasal 158 Jo. Pasal 37 UU RI Nomor 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dengan denda Rp 10 Miliar," kata Roland Ronaldy.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved