Relokasi Pedagang di Lawang Saketeng Ditunda, Wali Kota Bogor Ingatkan Soal Pungli

Pemerintah Kota Bogor melakukan penundaan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Lawang Saketeng.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Muspida Kota Bogor bertemu dan berkumpul di Jalan Bata Suryakancana, untuk menyerap aspirasi PKL, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor melakukan penundaan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Lawang Saketeng.

Langkah penundaan tersebut diambil setelah para PKL menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kota Bogor yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan rekomendasi penundaan relokasi.

Mendapat rekomendasi tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pun bertemu dengan para pedagang di Suryakancana, Jumat (6/3/2010).

Di hadapan ratusan para pedagang, Bima mengakui bahwa ada yang harus diperbaiki dalam relokasi karena tidak dilibatkannya pedagang

"Saya sepakat relokasi PKL melibatkan semua pihak termasuk unsur dari smua pedagang, SK nya sudah direvisi dengan memasukan unsur pedagang, kami terimakasih karena sudah diingatkan," ujar Bima.

Tidak hanya itu Bima juga sepakat agar relokasi ditunda hingga malam takbiran.

Namun Bima juga mengingatkan bahwa jangan ada yang coba-coba untuk melakukan pengutan liar selama penundaan relokasi.

Ia pun meminta bantuan pihak Kepolisian Polresta Bogor Kota untuk memonitor dan memantau jika ada pungli di pasar.

Sementara itu Waka Polresta Bogor Kota AKBP Arsal menagatakan bahwa pihaknya mendapat informasi terkait banyaknya pungutan liar.

Untuk itu Ia meminta denganbtegas agar senua praktek pungli dihentikan.

"Saya ingin menyampaikan secara tegas bagi orang-orang yang mengambil pungli di sini untuk stop dari sekarang sebelum kami lakukan langkah tegas dan melakukan penyelidikan terkait pungli ini," ujarnya.

Dilokasi yang sama perwakilan PKL yakni Ujang Waras menyampaikan rasa terimakasihnya kepasa Wali Kota Bogor beserta jajaran dan kepada Unsur Muspida.

Ujang mengatakan bahwa usai malam takbiran PKL akan dengan sukarela membongkar dan membenahi lapak dagangannya untuk direlokasi ke dalam pasar.

"Kami sangat mendukung apa yang menjadi program Kota Bogor, dan kami juga mendukung program relokasi, jadi nanti setelah lebaran kami akan dengan sukarela menempati tempat yang sudah disediakan Pemkot Bogor, saya jamanninnya jika para pedagang tidak mengikuti saya jaminannya, jadi setelah lenaran kita para pedagang akan berduyun duyun naik ke atas ke tempat relokasi untuk berjualan disana," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved