Breaking News:

Konten dari Mola TV Disiarkan secara Ilegal, 2 Operator TV Kabel di Riau Kena Grebek Aparat

2 kantor operator TV kabel tersebut digrebek karena diduga menayangkan konten dari Mola TV secara ilegal

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
ilustrasi penayangan live streaming 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- 2 LCO (Local Cabel Operator) di Pekanbaru dan Dumai, Provinsi Riau, yakni HMV dan DMJ digerebek aparat penegak hukum.

Aparat dari Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI menggerebek kantor operator TV kabel di yang menayangkan konten dari Mola TV secara ilegal, Kamis (27/2).

Dalam pernyataannya,Dr Ronald Lumbuun, SH, MH selaku Kasubdit Penindakan dan Pemantauan Kemenkumham RI mengemukakam bahwa penindakan ini setelah pihaknya menerima pengaduan perihal adanya dugaan pelanggaran hak cipta di daerah Pekanbaru dan Dumai.

Bahkan penyelidikan terhadap PT HMV sudah dilakukan sejak akhir tahun 2019 lalu.

Tak hanya PT HMV, PPNS dari DJKI juga menyelidiki satu operator TV kabel lainnya, PT DMJ yang beroperasi di Dumai.

"Hasil gelar perkara berkesimpulan bahwa kasus ini, dengan dua titik di Dumai dan Pekanbaru, layak dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Ronald saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2020).

Jadwal Lengkap Liga Inggris Malam Ini: Derby Manchester United vs Manchester City Live di Mola TV

UPDATE Harga HP - Cek Harga HP Samsung Lengkap dari Galaxy S20, Galaxy A51 hingga Note 9+

Kegiatan penindakan ini dilakukan secara serentak bersama kedua tim di masing-masing wilayah, serta didampingi oleh Korwas (koordinator pengawas) dari Bareskrim Mabes Polri.

“Semua yang kita lakukan sesuai SOP dan Ketentuan Hukum Perundang-undangan yang berlaku, di mana kedua LCO tersebut (HMV,DMJ) telah diduga melakukan kegiatan pendistribusian konten ke pelanggan tanpa ijin dari PT Global Media Visual (Mola TV),” tutur Ronald.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan penertiban dan penggerebekan tersebut merupakan tindakan murni terhadap dugaan pelanggaran hukum yang bersifat pro justitia.

"Biar jelas lagi yang kami lakukan adalah tindakan pelanggaran hukum (pro-justitia) bukan pelanggaran administrasi," tambah pria yang pernah menjabat sebagai hakim di PN Cibinong ini.

Halaman
12
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved