Teror Virus Corona
Kronologi 19 Orang Indonesia Positif Corona, Korban dari Mulai Pasutri Hingga ABK Diamond Princess
TribunnewsBogor.com merangkum kronologi penyebaran virus corona di Indonesia berdasarkan update terkini.
Penulis: Damanhuri | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Korban virus corona di Indonesia kembali bertambah.
Pemerintah secara resmi mengumumkan jumlah korban yang terpapar positif virus corona atau Covid-19 sudah mencapai angka 19 orang.
TribunnewsBogor.com merangkum kronologi penyebaran virus corona di Indonesia berdasarkan update terkini.
Seperti diketahui, terdeteksinya virus corona di Indonesia sejak dikabarkan ada 2 orang warga Depok dinyatakn positif virus corna.
Warga Depok yang positif virus corona tersebut hingga saat ini masih menjalani perawatan di ruang isolasi khusus di RSPI Sulianti Suroso.

Dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang positif vorus corona ini diinformasikan langsung oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) pada tanggal 2 maret 2020 lalu.
Belum genap satu bulan Presiden Jokowi menginformasikan ada WNI yang terinfeksi virus corona, jumlah pasien positif virus corona pun bertambah menjadi 4 orang
Setelah ditemukan empat kasus positif virus corona, pemerintah kembali mengumumkan kasus positif Covid-19.
Namun, pada hari Minggu tanggal 8 Maret 2020, kasus virus corona di Indonesia bertambah menjadi enam orang atau enam kasus.
• KRONOLOGI Siswi SMA Diperkosa Tukang Ojek di Kuburan, Berawal Ajakan Gratis ke Sekolah
• Kisah Dibalik Pembunuhan Gadis Kecil Oleh Siswi SMP: Dikenal Pendiam, Pelaku Tinggal Bareng Ibu Tiri
Kedua kasus positif ini diberikan label kasus 05 dan kasus 06. Keduanya merupakan laki-laki di usia 30 hingga 50 tahun.
"(Kasus 06) Laki-laki 36 tahun. Ini adalah imported case yang dia dapatkan dari Jepang. Dia bekerja sebagai ABK di Kapal Diamond Princes," ujar ujar Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2020) mengutip Tribunnews.com
Namun, baru sehari berselang, pemerintah kembali mengupdaet data terbarunya pada Senin, 9 Maret 2020.
Berdasarkan data terbaru yang diupdate pemerintah, total orang Indonesia yang terinfeksi corona sudah berada diangka 19 orang.
"Hari ini jumlah kasus konfirmasi positif 19 orang. Ini adalah jumlah dari rilis di awal yakni 6 orang," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, (9/3/2020).

Achmad Yurianto melanjutkan, mereka dinyatakan positif Corona setelah melalui pemeriksaan lanjutan yakni PCR (Polymerase chain reaction) dan genome sequencing.
"Kami lakukan evaluasi kembali berdasarkan hasil lab lanjutan, pemeriksaan lanjutan," katanya.
Menurutnya, dari total 19 orang yang dideteksi positif virus corona, 13 diantaranya merupakan pasien baru.
Achmad Yurianto menjelaskan, dari 19 orang yang positif virus corna, dua orang diantarnya merupakan pasangan suami istri.
Ia menyebut, pasien kasus nomor 07 positif virus corona (Cobid-19) merupakan perempuan berusia 59 tahun.
• Kronologi Siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun, Terinspirasi Film Hingga Misteri di Buku Catatan Pelaku
Menurutnya, pasien nomor 08 yang merupakan suami dari wanita tersebut juga saat ini terinfeksi virus corona.
Yurianto mengatakan, pasien tersebut tersebut sebagai imported case atau kasus dari luar.
"Ini adalah imported case. Beliau yang bersangkutan baru kembali dari luar negeri, dan kemarin beberapa saat kemudian menunjukkan gejala seperti flu dan pemeriksaan PCR, kemudian genome sequencing 4 hari lalu. Kita dapatkan positif sehingga ada kasus nomor 07," kata Achmad Yurianto.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini menambahkan, untuk kasus pasien kasus 08 positif virua corona merupakan laki-laki berusia 56 tahun.
Pasien kasus nomor 08 ini terpapar dari pasien kasus 07 karena berstatus suami-istri.
"Pasien ini tertular oleh kasus 07 karena memang suami istri," jelas Yurianto.
Ia menambahkan, pasien kasus 08 ini dalam keadaan sakit saat tertular virus corona. Sehingga, perlu mendapat perawatan tambahan.
"Kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan infus, oksigen karena sebelumnya kontak dengan pasien 07. Si pasien kasus 08 sudah sakit duluan tapi bukan Covid-19, sakit diare dan ditambah riwayat diabet. Sekarang terpapar 07 dan kondisi tampak sakit sedang ke arah berat," terangnya.
Dilarang Bersentuhan
Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Laksamana Madya TNI Yudo Margono menekankan kepada para personel untuk tidak bersentuhan dengan 188 ABK World Dream dan 68 ABK Diamond Princess peserta observasi terkait virus Corona di Pulau Sebaru Kecil.
Hal itu menyusul pengumuman dari pemerintah yang menyatakan seorang WNI ABK Diamond Princess positif virus Corona pada Minggu (8/3/2020) kemarin.
"Kita tekankan kepada para pendukung untuk lebih hati-hati, menaati protap dan tidak bersentuhan," kata Yudo yang juga menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan I), Senin (9/3/2020).
Ketika ditanya kondisi psikologis para peserta observasi dan personel Kogasgabpad di Pulau Sebaru setelah pengumuman tersebut, Yudo mengatakan sampai hari ini kondisinya masih normal.
• Motif Remaja Bunuh Siswi MTs yang Ditemukan Tewas di Kamar, Pelaku Awalnya Sering Intip Korban Mandi

Ia pun mengatakan saat ini seluruh peserta observasi masih menjalani pemeriksaan medis rutin di antaranya pemeriksaan suhu tubuh dua kali sehari yakni pagi dan sore.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui lebih awal apabila adanya gejala.
Berdasarkan pemeriksan medis rutin tersebut, Yudo mengatakan baik peserta observasi maupun personel Kogasgabpad dalam keadaan sehat.
"Sampai hari ini kondisinya masih normal semua. Alhamdulillah baik petugas maupun WNI semuanya sehat, tidak ada keluhan," kata Yudo.
Yudo menambahkan, saat ini semua persediaan logistik, air, dan listrik dipastikan cukup sampai dengan proses observasi seluruh ABK dari World Dream dan Diamond Princess di Pulau Sebaru Kecil selesai.
"Logistik sudah lancar semua, air dan listrik juga sudah cukup sampai dengan selesainya observasi WNI 68," kata Yudo.
(TribunnewsBogor.com/Tribunnews.com)