Pabrik Tembakau Gorila

Polres Bogor Sita Narkoba Jenis Langka dan Berbahaya, Sempat Dikaitkan dengan Kasus Mutilasi

AKBP Roland Ronaldy menjelaskan pihaknya menangkap MN di wilayah Depok setelah melakukan pengembangan kasus narkoba di Bogor.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Polres Bogor merilis kasus narkoba dalam operasi dalam 12 hari terakhir di Mapolres Bogor, Selasa (10/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor menyita narkoba key atau magic drug sebanyak 3 bungkus dari tersangka berinisial MN.

Dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menjelaskan pihaknya menangkap MN di wilayah Depok setelah melakukan pengembangan kasus narkoba di Bogor.

"Narkotika langka jenis Key atau Magic Drug, diamankan di Jalan Biola Raya, Sukmajaya, hasil perkembangan juga. Tersangkanya satu orang inisial MN," kata AKBP Roland Ronaldy, Selasa (10/3/2020).

Kasat Narkoba Polres AKP Andri Alam Wijaya menambahkan narkoba berbentuk serbuk ini sempat populer di kalangan pengguna narkoba sekitar tahun 2008 - 2009 silam.

Key atau magic drug ini, kata dia, mengandung ketamine dan digunakan penyalahguna narkoba mirip seperti heroin.

"Kandungannya ketamine, itu memang penggunaannya kayak model-model heroin, dihirup melalui hidung," kata AKP Andri Alam Wijaya.

Dia menjelaskan bahwa pengguna narkoba jenis ini akan mengalami efek halusinasi yang tinggi.

Bahkan, kata dia, di Jakarta pernah ada peristiwa mutilasi yang mana pelakunya menggunakan narkoba jenis ini.

"Ketika orang menggunakan narkoba ini tingkat halusinasinya tinggi sehingga menganggap kehidupannya seperti mimpi. Membunuh orang bisa seperti mimpi," ungkapnya.

Diketahui, pelaku MN ini merupakan satu dari 14 orang tersangka kasus narkoba yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor dalam operasi selama 12 hari terakhir.

Mulai dari kasus home industri narkotika jenis tembakau sintetis, pengedar obat-obatan dan pengedar sabu.

Pantauan TribunnewsBogor.com, barang bukti tembakau sintetis (gorilla), sabu, magic drug, sediaan farmasi tramadol dan yang lainnya diperlihatkan dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (10/4/2020).

Termasuk sejumlah peralatan yang digunakan pelaku home industri pembuatan narkotika.

Para tersangka dijerat pasal 113, 114, 111, 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo Permenkes nomor 44 tahun 2019 dan sebagian tersangka lainnya dijerat pasal 196, 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved