Siswi SMP Bunuh Bocah SD

Sebelum Dibunuh, Korban Cerita ke Ibunya Soal Kebiasaan Pelaku di Rumah: Nonton Bareng Film Setan

Menurut ibu korban APA, anaknya pernah diajak oleh pelaku NF untuk menonton film horor yang merupakan film kesukaannya.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Instagram @poppyamalya dan Kompas TV
Gambar NF (15) dan orangtua korban APA (6) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Orangtua bocah 6 tahun (APA) yang jadi korban pembunuhan siswi SMP di Sawah Besar, Jakarta mengungkap keseharian pelaku di rumahnya.

Sebelum akhirnya dihabisi oleh pelaku berinisial NF (15), korban APA rupanya sering diajak oleh pelaku untuk menonton film horor.

Hal itu disampaikan oleh ibu APA, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Kompas TV, Senin (9/3/2020).

Ayah korban, Kartono mengaku masih trauma jika melihat rumah pelaku yang jadi TKP pembunuhan anaknya.

Polisi saat ini tengah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap NF selama 14 hari ke depan, di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Pada Senin (9/3/2020) Kartono dan istrinya pun mendatangi Polres Jakarta Pusat untuk menanyakan perkembangan kasus yang menimpa anaknya.

"Saya ke polres mau minta keterangan penyidikan pelaku dan sampai sekarang belum ada jawaban. Yang saya dapatkan itu polisi meminta saya untuk menunggu, makanya belum dapat informasi penyidikan ini," kata Kartono didampingi istrinya.

Bahkan, ia mengaku kalau pihak keluarga sampai hari ini belum mendapatkan hasil visum soal kematian APA.

"Saya ingin polisi buru-buru bergerak cepat, supaya saya mendapat hasil penyidikan, supaya saya tahu," kata dia.

Selain itu, Kartono dan istrinya juga selaku orangtua korban belum dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Cerita Ayah Korban yang Putrinya Dibunuh Siswi SMP, Akui Ibu Pelaku Buat Permintaan Ini saat Bertemu

Bertemu Siswi SMP yang Bunuh Bocah 6 Tahun, Dokter Kejiwaan Ungkap Respon Pelaku saat Diajak Dialog

Menurut Kartono, sang anak, APA, memang sering main di rumah korban.

Sehingga ia pun tak menaruh rasa curiga sama sekali terhadap NF.

"Kesehariannya kan anak saya main di situ, jadi seperti biasa aja, saya juga tidak menyangka, tidak menduga kalau pelaku melakukan hal seperti itu, yaitu membunuh," ucap Kartono.

Lebih lanjut, Kartono mengungkap keseharian NF yang tidak pernah bergaul saat berada di rumah.

"Dia (pelaku) tuh kurang bergaul aja, ga pernah melihat dia bergaul sama lingkungan, bercengkrama sama lingkungan gak pernah. Yang saya tahu dia itu kalau di rumah ya di dalam rumah, kalau keluar ya kegiatan sendiri, kegiatan sekolah," tambahnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved