Breaking News:

Empat Kali Ganti Dirut Utama Hingga Satu Priode Bima Arya, PDJT Masih Loyo

Agus mengatakan ada beberapa potensi yang bisa dimaksimalkan untuk membatu peningkatan penghasilan PDJT.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Plt Dirut PDJT Agus Suprapto saat diwawancara di Balaikota Bogor setelah mengikuti rapat kordinasi di Balaikota Bogor, Kamis (12/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kondisi Perusahaan Daerah Jasa Transportasi ( PDJT ) Kota Bogor sampai saat ini belum bisa dikatakan 'sehat'.

Hingga akhir masa jabatan Wali Kota Bogor priode pertama hingga empat kali pergantian Direktur Utama PDJT saat ini kondisinya masih belum membaik alias masih loyo.

Namun meski demikian PDJT saat ini sedang berupaya bangkit dengan langkah-langkah yang sudah direncanakan.

Plt Dirut PDJT Agus Suprapto mengatakan bahwa dalam rangka menyeimbangkan neraca pdjt pihaknya sedang mencari potensi untuk peningkatan pendapatan PDJT.

"Karena satu sisi masih banyak tanggungan kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan terhadap karyawan tunggakan gaji yang dulu," katanya usai rapat kordinasi PDJT di Balaikota Bogor, Kamis (12/3/2020) sore.

Agus mengatakan ada beberapa potensi yang bisa dimaksimalkan untuk membatu peningkatan penghasilan PDJT.

Diantaranya adalah dari segi advertising atau iklan di bus.

"Iya banyak potensi tapi PR yang utama justru kita pembenahan secara internal secara administrasi yang sekarang juga masalah laporan keungannya dan kita perlu segera dilakukan audit dan juga masalah perpajakannya tentunya secara internal pembenahan pembenahan ini harus kita lakukan," ujarnya.

Terkait gaji karyawan yang masih belum dibayarkan, Agus mengatakan jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar.

Sementara ite mengenai waktu yang diperlukan untuk memulihkan PDJT Agus juga mengatakan kondisi itu tidak bisa dipastikan.

Karena untuk kembali memulihkan PDJT pihak perusahaan harus melunasi gaji karyawan dan tunggakan perbaikan bus.

"Kalau sehat kan intinya tadi menyeimbankan neraca karena kan kalau dinyatakan sehat harus tidak punya hutang kan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved