Breaking News:

Ini Respon Menpora Melihat Cara Latihan yang Diterapkan Shin Tae-yong untuk Pemain Timnas Indonesia

Bahkan untuk menunjang kinerja Shin Tae-yong, Menpora setuju jika PSSI mengeluarkan aturan khusus bagi pemain Timnas Indonesia.

Tribunnews/Jeprima
Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Shin Tae-yong saat memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020). Latihan ini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia Senior menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand (26 Maret) dan Uni Emirat Arab (31 Maret). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali sangat setuju dengan pola latihan manajer pelatih Shin Tae-yong.

Ia percaya, program latihan Shin Tae-yong yang dinilai keras dan melelahkan sangat baik untuk para pemain Timnas Indonesia.

Bahkan untuk menunjang kinerja Shin Tae-yong, Menpora setuju jika PSSI mengeluarkan aturan khusus bagi pemain Timnas Indonesia.

Sebelumnya, PSSI melalui Ketua Umum Mochamad Iriawan sempat berkata akan membuat aturan disiplin.

Salah satunya mengenai larangan makan gorengan dan menggunakan sosial media yang berlebihan.

“Saya setuju (ada aturan disiplin khusus-red) Itu kan kelemahan kita. Dari awal waktu masih fakhri yang anak-anak mau main lawan apa gitu saya lupa, itu HP nya diambil semua, itu bagus,” kata Menpora, Kamis (12/3/2020).

“Anak-anak seusia itu masih labil. Makanya saya sendiri tidak pernah lihat tuh orang-orang yang ngebully, atau apa lah kita fokus kerja saja,” sambungnya.

Dari awal Menpora sudah tahu kalau pelatih asal Korea Selatan itu memang punya tipikal keras dalam melatih.

Cara itu dikatakan Menpora memang sangat tepat diterapkan kepada para pemain Indonesia.

Semenjak di bawah asuhannya, dirinya pun baru tahu kelemahan pemain Timnas Indonesia, lemahnya fisik.

“Dari awal kan saya sudah bilang, bahwa pelatih Korea ini keras, kita harus memahami itu kalau mau bagus yang harus bisa ikuti dia. Karena kan sudah ada buktinya, dia bisa bawa Korea ngalahin Jerman,”

“Sekarang dia belum masuk ke taktik, baru fisik saja kan. Karena waktu ngobrol awal itu, dia sadar betul kalau kelemahan anak-anak kita itu ada di daya tahan, fisik. Skill tidak kalah, tapi kalau fisik sudah anjlok mental juga ikut rusak,” jelasnya.

(Tribunnews.com, Abdul Majid) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved