Breaking News:

Teror Virus Corona

Sempat Ada Penumpukan Penumpang di Jakarta, Anies Baswedan : Tujuannya Mengirim Pesan Kejut

Anies Baswedan mengatakan hal tersebut untuk mengirim pesan efek kejut kepada penduduk DKI Jakarta tentang bahaya virus corona Covid-19.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Damanhuri
Youtube Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pimpin rapat percepatan pencegahan Covid-19 

"Enggak masalah sih dibatasi, tapi armadanya jangan cuma satu bus, apalagi jedanya 20 menit sekali. Yang ada penumpukan penumpang dan malah makin nempel-nempel tuh manusia satu dan manusia lainnya. Kalau pun 20 menit sekali, busnya nambah jadi 2 atau 3. Apalagi di halte yang besar," kata dia.

Anies Baswedan Sebut Sejumlah Petugas Medis di Jakarta Terpapar Corona : Saya Belum Ada Angkanya

Anies Baswedan Sebut Sejumlah Petugas Medis di Jakarta Terpapar Corona : Saya Belum Ada Angkanya

Lewat akun Youtube PEMPROV DKI JAKARTA dalam rapat Teknis terkait percepatan penanganan Covid-19, Anies Baswedan mengutarakan tujuan dari pembatasan tersebut.

"tadi pagi kendaraan umum dibatasi secara ekstrem, apa sih tujuannya ?

tujuannya mengirim pesan kejut kepada seluruh penduduk Jakarta bahwa kita menghadapi kondisi ekstrim," kata Anies Baswedan dikutip dari akun Toutube Pemprov DKI Jakarta berjudul 16 Maret 2020 Gub Anies Baswedan Memimpin Rapat Teknis terkait Percepatan Penanganan COVID-19.

Tompi Puji Langkah Anies Liburkan Anak Sekolah, Beri Saran Ini untuk Orangtua yang Tetap Seliweran

Sekolah di DKI Diliburkan 2 Pekan, Anies Baswedan: Ujian Nasional SMA/SMK Ditunda

BREAKING NEWS: Anies Baswedan Tutup Seluruh Sekolah di DKI Jakarta

Anies berujar ketika sudah merasakan antre yang panjang, penduduk DKI Jakarta baru sadar soal kondisi yang kini tengah dihadapi.

"jadi ketika orang antre panjang baru sadar oh iya Covid-19 ini bukan fenomena di WA yang jauh sana,

ini ada di depan mata kita, " kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan juga melanjutkan, bila pesan efek kejut itu tidak segera dikirim, masyarakat akan tetap tenang menghadapi Covid-19.

"kalau kita tidak mengirim pesan efek kejut ini penduduk di kota ini masih tenang saja,

yang tidak tenang siapa yang mneyadari ini ?

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved