Breaking News:

Teror Virus Corona

Curhat Dokter ke Najwa Shihab soal Virus Corona: Kami Harus Perang, Tapi Tak Dikasih Senjata Lengkap

Pernyataan dr. Aman Bhakti Pulungan soal ketidakadanya transparansi soal data pasien menarik perhatian Najwa Shihab.

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
Youtube channel Najwa Shihab
Curhat Dokter ke Najwa Shihab soal Virus Corona 

Bukan tanpa alasan, pengungkapan data pasien kepada para dokter itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran yang lebih luas lagi.

Sebab para penderita penyakit virus corona itu bisa menjadi 'pembawa' dari virus itu sendiri dan menularkannya kepada orang lain.

"Misalnya saya merawat satu pasien, pasien ini pasien dalam pengawasan. Setelah ini pasien tersebut kita rujuk ke rumah sakit tempat rujukan yang ada, setelah itu kita tidak tahu hasilnya. Nanti ada berapa orang nih yang terkait ? Setelah itu mungkin tiga hari hasilnya kalau dikasih tahu, jalan lah kita ini kita bisa menjadi carier, ini kan membahayakan jadinya," ungkap dr. Aman Bhakti Pulungan.

Padahal jika bisa diketahui jejak pasien lebih awal, dokter bisa mengantisipasi penyebarannya lebih dulu.

"Kalau dikasih tahu kan kita bisa istirahat 14 hari, tapi kita tidak tahu betul-betul saat ini," ucap dr. Aman Bhakti Pulungan.

Jokowi Perintahkan Gelar Rapid Test Covid-19 Massal

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar segera dilaksanakan rapid test virus corona ( Covid-19) massal di Indonesia.

"Segera lakukan rapid test dengan cakupan lebih besar," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

"Agar deteksi dini indikasi awal seseorang terpapar Covid-19 bisa dilakukan," lanjut dia.

Agar rapid test Covid-19 berjalan lancar, Presiden Jokowi meminta agar Kementerian Kesehatan segera memperbanyak alat tes sekaligus tempat tes.

Tidak hanya Kemenkes, Presiden Jokowi juga meminta pelibatan sejumlah unsur, mulai dari rumah sakit pemerintah, BUMN, TNI-Polri, hingga swasta demi kelancaran rapid test massal itu.

Bahkan, Presiden Jokowi juga membuka peluang bagi lembaga riset dan perguruan tinggi untuk juga bisa terlibat.

"Lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes," kata dia.

Seiring dengan akan berjalannya rapid test Covid-19, Presiden Jokowi sekaligus meminta jajarannya menyiapkan protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami masyarakat.

"Ini penting sekali terkait dengan hasil rapid test ini, apakah dengan karantina mandiri, self isolation, ataupun memerlukan layanan RS," kata dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved