Virus Corona di Bogor

Kota Bogor Dapat Kuota 800 Rapid Test Covid-19, Pemkot Akan Lakukan Test di 8 Titik

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat kuota 800 rapid test Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat .

Kota Bogor Dapat Kuota 800 Rapid Test Covid-19, Pemkot Akan Lakukan Test di 8 Titik
Dokumentasi Pemkot
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim memperlihatkan rapid tes yang sudah tiba di posko covid-19. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat kuota 800 rapid test Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat .

Rapid test tersebut saat ini sudah berada di posko crisis center Covid-19 Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan pihaknya sudah melakukab kordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di Kota Bogor.

Hasil dari rapat kordinaai disepakati alat tersebur disebar untuk dilakukan test di delapan titik yang ditentukan.

"Tadi sudah kami bahas skenarionya. Contoh, kalau rapid test dilokasikan di GOR model drive thru, 800 rapid test, satu orang diproses lima menit hingga muncul angka 4.000 menit, Kalau dikalkulasi ke jam dibutuhkan 66,6 jam atau 2,7 hari,  Nah, kan sehari kerja delapan jam, maka dibutuhkan lima hari untuk 800 orang,"katanya, Rabu (25/3/2020) sore dari keterangan yang diterima TribunnewsBogor.com.

Kronologi Ketua RT Tewas saat Semprotkan Disinfektan, Korban Tak Ada Gelaja Demam Tinggi

4 Truk Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Jalan Raya Bojonggede Bogor

Dedie melanjutkan, hasil koordinasi dihadiri ketua gugus tugas pencegahan Covid-19 Irwan Riyanto yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dody Ahdiat, perwakilan Dinkes dan RSUD Kota Bogor diputuskan 800 rapid tes akan disebar ke delapan titik.

"Kita sudah ambil langkah pelaksanaan rapid test ini akan kita sebar saja di enam puskesmas induk kemudian di RSUD  dan Dinkes," ujarnya.

Untuk teknis pengecekan akan dibagi tiga klustes.

Kluster pertama adalah kluster beresiko yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) kedua adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan ketika adalah orang yang ada didalam lingkaran pasien positif covid-19.

Saat ini Pemkot Bogor ajan segera melakukan persiapan teksnis dan pelatihan petugas yang akan bertugas untuk melakukan test.

"Ada kurang lebih sedikit waktu untuk proses belajar atau training, waktu pelaksanaan mulai diminggu ini, bisa hari Jum'at, Sabtu atau Minggu, seluruh kegiatan butuh dua sampai tiga hari dimasing-masing titik, secara simultan masih mengumpulkan nama-nama, data nomor telepon dan riwayat kenapa yang bersangkutan harus periksa, misalnya melakukan kontak dengan positif, sudah ada tanda medis atau memang mengikuti kegiatan dengan orang yang positif," tuturnya.

Dedie menekankan, kemudian ada juga ODR yang tadi disebutkan, mereka garda terdepan kegiatan penanganan kesehatan, tenaga medis, perawat, dokter dan orang-orang dirumah sakit.

Termasuk orang wilayah seperti Babinsa dan Babinkamtibmas, lurah dan camat.

"Kemudian diambil jumlah pasti didalam kategori itu, tetapi harus kami pilah karena hanya 800 alatnya dan orangnya harus 800 orang by name by address,"katanya

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved