Teror Virus Corona
Soal Rapid Test Anggota DPR dan Keluarga, dr Erlina: Mohon Dahulukan Nakes, Mereka Lebih Beresiko
dr Erlina Burhan keberatan jika anggota DPR RI dilakukan rapid test duluan, sebab yang paling beresiko menurutnya adalah tenaga kesehatan.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dr Elina Burhan keberatan dengan kabar soal anggota DPR RI yang akan dilakukan rapid test Covid-19 dalam waktu dekat ini.
Tak hanya para anggota DPR RI, kabarnya keluarga mereka juga akan ikut ditest virus corona tersebut.
Hal itu sangat disayangkan dr Erlina Burhan, karena menurutnya yang lebih membutuhkan adalah tenaga kesehatan.
Itu disampaikan oleh dr Erlina Burhan pada acara talkshow ICL dengan judul 'Sesi Tanya Jawab Pemirsa ILC Mengenai Corona | ILC tvOne (24/03/2020)'.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Indonesia Lawyers Club Rabu (25/3/2020), dr Erlina Burhan menyampaikan keberatan itu di depan Jubir Presiden, Fadjroel Rachman.
"Saya dengar nih, ada yang menyampaikan kepada saya bahwa ada permintaan dari wakil-wakil rakyat kita dan keluarganya untuk diperiksa,," kata dr Erlina Burhan.
"Diperiksa duluan," tambah Karni Ilyas.
"Ya itu permintaannya," kata dr Erlina Burhan lagi.
Ia pun kemudian menegaskan kalau ada pihak yang lebih membutuhkan test tersebut di bandingkan anggota DPR RI.
"Kalau memang ada fasilitas untuk pemeriksaan swab tenggorok seperti itu, mohonlah didahulukan nakes, tenaga kesehatan, karena mereka inilah yang lebih mempunyai resiko, karena langsung berhadapan dengan pasien-pasien yang sakit, ketimbang para wakil rakyat yang mungkin tidak ke pasien," tegas dr Erlina Burhan.
• Prihatin Akan Imbas Corona, Ashanty Buka Jasa Endorse Gratis bagi Pedagang Kecil: Free Tanpa Bayar
• Asmara Abigail Tunjukkan Kondisi Italia yang Kosong, Baim Wong Syok Dengar Fakta Mengerikan : Gila !
"Setuju bu, kemarin saya udah bilang di Tv One, saya minta itu untuk tenaga medis," kata Karni Ilyas.
Hal itu kemudian buru-buru ditanggapi oleh Fadjroel Rachman.
"Saya juga ingin menyampaikan pesan Pak Jokowi dalam ratas, hendaknya juga dalam rapit test yang ada itu digunakan untuk tenaga kesehatan, mereka lah yang ada di garis terdepan," ujarnya.
Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo meminta rapid test diprioritaskan untuk tenaga medis yang menangani pasien positif terjangkit virus corona atau Covid-19.
Hal ini ditegaskan Jokowi dalam rapat terbatas terkait Covid-19 yang juga diikuti oleh gubernur seluruh Indonesia, Selasa (24/3/2020).
"Presiden tekankan di sini bahwa prioritas penggunaan rapid test ditujukan kepada tenaga medis," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai rapat.
"Tenaga medis karena mereka yang paling rentan terpapar,"ujar Doni Monardo.
Doni menyebutkan, saat ini sudah tersedia 125.000 alat rapid test yang siap diedarkan ke seluruh daerah.
Menurut dia, Presiden Jokowi juga menekankan rapid test tersebut diprioritaskan di zona-zona rawan penyebaran Covid-19.
"Begitu pula kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah zona rawan (diprioritaskan). Karena sudah ada sebagian masyarakat di kawasan tersebut positif terkena Covid-19," kata Doni.
• Curhat Driver Ojol Soal Profesinya saat Corona, Colek Influencer : Kemana yang Subscribernya Banyak?
• Bikin Fadjroel Pegang Dahi, dr Tirta Kritik Jubir Pemerintah untuk Corona : Bicara yang Penting Saja
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah menyampaikan belasungkawa kepada petugas medis yang turut terinfeksi virus corona dan meninggal dunia.
Jokowi pun sudah memutuskan untuk memberi insentif bagi petugas medis yang bekerja di wilayah tanggap darurat virus corona.
Untuk dokter spesialis Rp 15 juta per bulan, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta per bulan, bidan atau perawat Rp 7,5 juta per bulan, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta per bulan.
Selain itu, akan ada santunan kematian sebesar Rp 300 juta bagi tenaga medis yang meninggal karena tertular virus corona.
DPR Minta Rapid Test Duluan
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, pembelian alat tes virus corona untuk pemeriksaan seluruh wakil rakyat beserta keluarganya bukan menggunakan anggaran negara.
Beberapa wakil rakyat berinisiatif untuk membeli alat rapid test Covid-19 sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
"Sebagian anggota inisiatif patungan membeli alat rapid test," kata Dasco saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).
Inisiatif ini berangkat dari kegelisahan sejumlah anggota dewan karena mereka melaksanakan kunjungan ke banyak daerah selama masa reses.
Oleh karena itu, menjelang pembukaan masa persidangan yang direncanakan pada 30 Maret 2020, DPR menggelar tes Covid-19 secara mandiri.
"Sebentar lagi DPR akan memasuki masa sidang. Dikhawatirkan sidang nanti kalau tidak ada antisipasi, anggota yang dari dapil mungkin membawa lalu menyebarkan virus ke kompleks parlemen," papar Dasco.
"Kami patungan dan beli karena tidak mau membebani anggaran negara dan rumah sakit untuk tes corona, itu saja," lanjut dia.
• dr Tirta Sentil Atta Halilintar hingga Reza Arap soal Bantuan saat Wabah: Jual 1 Mobilmu Lalu Donasi
• Sederet Pesepak Bola yang Beri Donasi untuk Perangi Corona, Lionel Messi hingga Cristiano Ronaldo
Dasco mengatakan, alat rapid test virus corona dapat dibeli langsung dari produsen di China.
Produsen memperbolehkan pembelian oleh institusi dengan minimal pemesanan 20.000 unit.
"Kami kontak langsung. Oleh pabrik di sana ditanya, kalau untuk pembelian per orangan tidak boleh, kalau pemerintah atau institusi boleh. Ya, kami pakai alamat DPR. Tapi bukan uang negara, hanya pakai alamat DPR," tutur dia.
Selain untuk pemeriksaan anggota dewan dan keluarga, Dasco menyatakan, tes virus corona akan dilakukan bagi mereka yang beraktivitas di kompleks parlemen.
Misalnya, personel pengamanan dalam (Pamdal) dan wartawan.
Kemudian, setelah digunakan oleh seluruh wakil rakyat beserta keluarganya dan perangkat di parlemen, alat tes virus corona akan dibagikan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
"Pembelian ini pun ada batas minimalnya, sehingga kami sepakat kelebihan alat ini akan diberikan ke masyarakat yang membutuhkan. Memang ada beberapa pemda yang sangat membutuhkan, kami akan kirim," ujar dia.
Dasco sekaligus menegaskan bahwa DPR sudah berkoordinasi dengan pemerintah terkait rencana pemberian alat tes virus corona tersebut.
"Kami juga menyumbang ada koordinasi dengan pemerintah mana saja yang perlu disumbang," kata Dasco.
Menurut Dasco, pembelian alat tes virus corona ini merupakan solusi mandiri DPR dalam upaya pencegahan virus corona.
DPR memahami kebutuhan masyarakat akan akses tes virus corona ini di layanan-layanan kesehatan umum.
"Kami tidak mungkin membebani pemerintah atau datang ke rumah sakit berbondong-bondong, sementara di rumah sakit sudah banyak orang yang antre. Jadi jalan keluar harus dicari, ini salah satu jalan keluarnya," ujar dia.
Mengenai rencana tes tes virus corona ini, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar sebelumnya menyatakan jadwal pemeriksaan bagi para anggota dewan serta keluarganya dilakukan mulai Kamis (25/3/2020) mendatang.
Indra mengatakan, saat ini pembagian jadwal masih dalam penyusunan karena jumlah peserta yang ikut diperkirakan mencapai 2.000 orang.
Asumsi ini berdasarkan jumlah anggota dewan sebanyak 575 orang dengan masing-masing empat anggota keluarga.
"Dijadwalkan mulai dari Kamis sampai dengan selesai. Ini sedang menyusun jadwal, belum selesai karena jumlah anggotanya kan banyak. Keluarga mungkin 2.000 lebih," kata Indra saat dihubungi, Senin (23/3/2020).
Ia mengatakan, bahkan tidak hanya anggota keluarga saja yang difasilitasi tes tes virus corona. Sopir atau asisten rumah tangga (ART) yang bekerja dengan anggota dewan mendapatkan fasilitas yang sama.
"Semua bisa ikut, misal sopir atau pembantu (ART) ikut tes," ujarnya.
Menurut Indra, alat tes penyakit Covid-19 yang tersedia saat ini berjumlah lebih dari 20.000 unit.
Alat tes Covid-19 itu merupakan sumbangan sejumlah anggota DPR.
"Kami ada stok cukup di atas 20 ribu. Sumbangan beberapa dewan," kata Indra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dr-erlina-burhan-soal-test-dpr.jpg)