Virus Corona di Bogor
Cerita Tukang Ojek Pangkalan di Tengah Merebaknya Corona, Pendapatannya Sehari Bikin Menjerit
Merebaknya Virus Corona atau Covid-19 mengguncang perekonomian masyarakat Indonesia tak terkecuali di Bogor
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Merebaknya virus corona atau Covid-19 mengguncang perekonomian masyarakat Indonesia tak terkecuali di Bogor yang masuk zona merah.
Dampak ini terasa mulai dari perusahaan besar hingga ke tingkat profesi di kalangan masyarakat kecil.
Tukang ojek misalnya, pendapatannya sehari-hari sekarang ini membuatnya kelimpungan.
Karena sepinya penumpang pasca diimbau pemerintah untuk tetap berada di rumah masing-masing demi mencegah virus corona.
Seperti yang diakui oleh salah satu tukang ojek pangkalan di Bogor, Nasrudin (33) saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com.
Nasrudin mengaku bahwa saat virus corona merebak, pendapatannya hanya Rp 25 - 30 ribu per hari.
"Itu tuh kerja narik dari pagi sampai maghrib. Dapet Rp 30 ribu, kadang Rp 25 ribu, sampe pusing saya. Gimana buat storan kredit motor, dipake beli bensin juga kadang langsung habis," kata Nasrudin.
Ayah dua anak ini menjelaskan bahwa pendapatan ini jauh berbeda dibanding sebelum merebaknya virus corona.
Sebelumnya, kata dia, pendapatannya sehari bisa sampai Rp 150 ribu dan kalau sedang beruntung bisa sampai Rp 250 ribu.
"Dulu mah biasanya sehari dapet Rp 150 ribu, kadang pernah juga Rp 200 ribu, Rp 250 ribu," kata Nasrudin.
Takut keluar rumah
Nasrudin mengaku takut keluar rumah di tengah merebaknya virus corona ini.
Namun, bagi Nasrudin, tidak ada pilihan lain karena pekerjaannya yang memang harus keluar turun ke jalan setiap hari.
"Takut mah takut, tapi ya mau gimana lagi. Saya juga kadang pakai masker kadang enggak, itu juga masker kadang ada yang ngasih," kata Nasrudin.