Teror Virus Corona

Lockdown karena Corona Picu Penjarahan di Italia, Pelaku Teriak Butuh Makan

Lockdown di Italia untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 telah memicu penjarahan toko dan supermarket

Pete Linforth/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dilengkapi tongkat dan senjata api ratusan polisi bergerak melindungi sebuah supermarket di Sisilia, Italia yang dijarah warga.

Kabar pilu itu terjadi di tengah lockdown yang diterapkan Negeri "Pizza" untuk melindungi warganya dari wabah virus corona.

Virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu sudah menewaskan lebih dari 10.000 orang, sepertiga dari total korban meninggal di seluruh dunia.

Dilansir AFP Minggu (29/3/2020), wabah virus corona adalah kondisi darurat yang dihadapi Italia sejak Perang Dunia II silam.

Secara perlahan, lockdown yang sudah berlangsung selama tiga pekan itu sudah menggerus ekonomi terbesar ketiga di Uni Eropa tersebut.

Rasa putus asa itu dilaporkan mulai dirasakan oleh penduduk di Region Sisilia, salah satu daerah berkembang di Negeri "Pizza".

Cegah Penyebaran Covid-19, KPU Pertimbangkan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Lockdown 16 Hari Jumlah Orang Meninggal di Italia karena Covid-19 Tembus 10 Ribu

Berdasarkan pemberitaan harian La Repubblica, sekelompok orang memasuki supermarket di Palermo dan pergi tanpa membayar.

"Kami tidak punya uang untuk membayar. Kami butuh makan." Begitulah teriakan salah seorang dari kelompok tersebut kepada petugas kasir.

Di kota lain di Sisilia, Corriere della Sera memberitakan pemilik toko kecil ditekan oleh penduduk sekitar untuk memberi makanan.

Ilustrasi pencegahan virus corona atau Covid-19
Ilustrasi pencegahan virus corona atau Covid-19 (mohamed Hassan/Pixabay)

Corriere menulis bahwa "bom waktu" tengah berdetak di region berpopulasi lima juta, dan mencatat 57 korban tewas karena Covid-19.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved