Teror Virus Corona

Pengusaha PO Bus Akui Banyak Warga Jabodetabek yang Mudik, Bawa 14.000 Penumpang ke Pulau Jawa

Namun pelonjakan penumpang tersebut tidak berlangsung lama, saat ini okupansi bus terus menurun.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/Nur Icshan
JUMLAH PENUMPANG ANJLOK - Masa pandemi Covid-19, penumpang bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, terminal antar kota antar provinsi yang akan mudik ke kampung halaman terlihat sepi, Kamis (26/3/2020). WARTA KOTA/Nur Icshan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Salah satu penyebab meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, dikarenakan tingginya angka mobilisasi masyarakat dari Jabodetabek, ke daerah-daerah lain.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan, sudah ada 14.000 orang yang mudik dari wilayah Jabodetabek dengan menggunakan bus antar kota antar provinsi ( Bus AKAP ).

"Selama delapan hari terakhir ini ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/3/2020), seperti dilansir Kompas Nasional.

Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut, Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, mengakui, memang ada pelonjakan penumpang bus yang keluar dari Jakarta.

“Pelonjakan penumpang memang terjadi sejak dua minggu lalu, awal dicanangkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) corona, langsung banyak orang yang keluar dari Jakarta,” ucap Sani kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Antisipasi Penyebaran Corona, Puluhan Wartawan di Cibinong Bogor Ikut Rapid Test

Namun pelonjakan penumpang tersebut tidak berlangsung lama, saat ini okupansi bus terus menurun.

Apalagi surat dari Kadishub DKI sudah turun mengenai larangan bus AKAP, AJAP, AKDP untuk keluar dan masuk terminal di Jakarta.

“Sejak pelonjakan itu, penumpang terus menurun, bahkan hari ini, terminal terakhir buka untuk bus keluar dan masuk Jakarta. Semua trayek bus tidak boleh beroperasi,” ucap Sani.

Sani juga mengatakan, bisa jadi penutupan akses menuju dan dari Jakarta bisa jadi akhir penurunan penumpang.

Karena sejak kemarin, okupansi bus hanya sampai 20 persen dan tidak bertambah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengusaha PO Bus Akui Banyak Warga Jabodetabek yang Mudik"
Penulis : Muhammad Fathan Radityasani
Editor : Azwar Ferdian

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved