Cerita Pilu Dedi Mencari Darah untuk Selamatkan Nyawa Anaknya saat Wabah Corona : Nyaris Putus Asa

Wabah Corona menyebabkan stok darah di unit transfusi darah PMI Kota Bogor menipis karena jumlah pendonor berkurang.

TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi
Stok darah di Unit Transfusi Darah PMI Kota Bogor menipis sejak merebaknya wabah virus corona atau Covid-19. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sejak wabah virus corona atau Covid-19 merebak, stok darah di sejumlah Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) kosong.

Banyaknya warga yang memilih diam di rumah rupanya membuat jumlah pendonor ikut berkurang.

Kondisi ini dialami UTD PMI Kota Bogor.

Sejak tiga pekan, kantor UTD yang berlokasi di Jalan Kresna Raya, Kota Bogor itu sepi dari pendonor.

Akibatnya stok darah pun berkurang dratis.

Sebelum wabah virus corona jumlah pendonor di Kota Bogor sebanyak 200 orang per hari.

"Sekarang jumlahnya paling hanya 30 an pendonor setiap hari," ujar Dini Fitriani petugas bagian pendaftaran UTD PMI Kota Bogor kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (2/4/2020).

Dini menjelaskan stok darah yang kosong adalah AB dan A.

Minimnya stok darah dirasakan Dedi Permana (43).

Warga Citeureup, Kabupaten Bogor itu harus pontang panting mencari golongan darah B untuk keperluan anaknya.

Halaman
1234
Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved