Liga 1 2020

Liga 1 2020 Dihentikan Sementara, Gaji Arema FC Dibayar dari Uang Pribadi Pemilik Klub

Manajemen Arema FC harus kerja keras dan putar otak guna membayar gaji pemain, perangkat tim dan karyawan selama empat bulan kedepan

Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Wander Luiz dalam laga Arema FC vs Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2020 di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (8/3/2020). Maung Bandung menang 2-1. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Manajemen Arema FC harus kerja keras dan putar otak guna membayar gaji pemain, perangkat tim dan karyawan selama empat bulan kedepan setelah kompetisi Liga 1 2020 dihentikan hingga 29 Mei mendatang.

Begitu kompetisi diputuskan berhenti oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Arema FC harus menanggung gaji pemain sebesar 25 persen dari nilai total kontrak.

Gaji pemain Arema FC dan perangkat tim lainnya sebesar 25 persen dari nilai kontrak ditanggung pemilik klub berjuluk Singo Edan ini.

"Gaji pemain, ofisial dan karyawan (Arema FC), ya dari kantong pribadi owner," jelas Ruddy Widodo, General Manager Arema FC pada Surya, Kamis (2/4/2020).

Saat ini Arema FC dimiliki Iwan Budianto dan Agoos Soerjanto. Keduanya memiliki komposisi saham di PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) selaku pemilik Arema FC, yakni 70 persen dimiliki Iwan Budianto yang tak lain Wakil Ketua Umum PSSI dan sisanya saham sebesar 30 persen dimiliki Agoes Soerjanto, CEO Arema FC.

Lantaran Iwan Budianto dan Agoes Soerjanto merupakan pemegang saham kepemillikan Arema FC, kedua sosok mengeluarkan uang pibadi guna membayar gaji pemain, perangkat tim dan karyawan tim Singo Edan untuk bulan Maret, April, Mei dan Juni sebesar 25 persen dari nilai kontrak.

Meski hanya 25 persen dari gaji yang seharusnya dibayarkan, namun ini tetap menjadi beban bagi klub. Sebab dalam kondisi kompetisi terhenti, dana dari sponsorship dan subsidi PT LIB juga tak mengalir.

Sumber keuangan Arema FC lainnya, toko Arema FC Store juga ditutup sementara sebagai dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Manajemen hanya bisa jualan via online dan secara omzet penjualan mengalami penurunan sebesar 70 persen dibanding sebelum ada virus corona.

"Kompetisi berhenti sponsor dan subsidi juga berhenti, karena mereka mengikuti liga. Kalau kompetisi berputar ya cair. Kalau berhenti ya stop," kata Ruddy Widodo.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Gaji Arema FC Dibayar dari Uang Pribadi Pemilik Klub karena Seponsor dan Subsidi Terhenti

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved