Teror Virus Corona

Tunggakan BPJS ke Rumah Sakit Jadi Kendala Tangani Pasien Covid-19, Anies Baswedan Curhat ke Wapres

BPJS Kesehatan hingga saat ini masih belum juga melunasi tunggakannya ke sejumlah rumah sakit swasta

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2020). 

Adapun pemakaman dengan menggunakan protap Covid-19 tak hanya dilakukan bagi pasien positif corona, tapi juga bagi pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pemantauan (ODP) yang belum menerima hasil uji laboratorium.

"Bila kita melihat dari pelajaran di tempat lain, kasus yang confirm selalu lebih kecil jumlahnya dibanding senyatanya," kata Anies.

"Biasanya setelah satu bulan kemudian batu tahu sesungguhnya jumlah yang terjadi saat ini," sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/3/2020).(KOMPAS.com/NURSITA SARI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/3/2020).(KOMPAS.com/NURSITA SARI (Kompas.com)

Selain itu, ratusan pasien yang meninggal dunia terkait corona ini tak hanya ada di 13 rumah sakit rujukan di Jakarta.

Anies menyebut, sampai saat ini ada 70 rumah sakit swasta yang juga ikut menangani pasien terkait Covid-19 ini.

"Ada 70 rumah sakit menangani Covid, yang rujukan 13. Nah, ada 1.300 pasien yang saat ini dirawat dan 707 antre menunggu hasil lab," tuturnya.

Nasional Tembus 1790 Kasus Positif

Sementara itu menurut data Pemerintah dalam laporan harian per Kamis pukul 12.00 WIB, sudah ada 1790 kasus pasien Covid-19.

Data disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto.

"Ada penambahan kasus baru positif sebanyak 113. Sehingga jumlah sekarang menjadi 1790 kasus positif," ungkap Achmad Yurianto.

Terdapat juga penambahan dalam kasus pasien yang sembuh.

"Kemudian kasus pasien yang sudah sembuh bertambah sembilan orang. Sehingga total menjadi 112 orang," lanjutnya.

Yurianto menyampaikan perihal pasien yang dinyatakan meninggal dunia bertambah 13, sehingga total akumulatif menjadi 170 orang.

Mereka tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

Berdasar sebaran pasien COvid-19, DKI Jakarta masih tertinggi di angka 897, sembuh 52 kasus, dan meninggal 90 kasus.

Terbanyak Covid-19 kedua adalah Jawa Barat dengan 223 kasus, sembuh 11 kasus, dan meninggal 29 kasus.

Terbanyak ketiga adalah Banten dengan 164 kasus, sembuh 7 kasus, dan meninggal 14 kasus.

Adapaun Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing 104 kasus positif Covid-19, namun jumlah meninggal di Jatim 11 kasus sedangkan JAteng 7 kasus.

(Tribun Bogor/Tribunnews.com/Tribun Jakarta)

Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved