Virus Corona di Bogor

ASN di Kabupaten Bogor Siap Sumbangkan Sebagian Gajinya Demi Penanganan Corona

Penyumbangan ini dilakukan untuk jaring pengaman sosial atau membantu masyarakat yang terpuruk ekonominya akibat pandemi Corona.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tangkapan layar Bupati Bogor Ade Yasin saat menggelar konferensi pers via live streaming, Kamis (2/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di Kabupaten Bogor siap untuk sumbangkan sebagian gajinya demi membantu penanganan virus corona atau Covid-19.

Penyumbangan ini dilakukan untuk jaring pengaman sosial atau membantu masyarakat yang terpuruk ekonominya akibat pandemi virus corona.

"Hampir seluruh ASN siap membantu jaring pengaman sosial dan mereka siap menyumbangkan rezekinya untuk membantu kepada terdampak Corona," kata Ade Yasin, Kamis (2/4/2020).

Bikin Gerakan Bogor Berbagi ke Warga Terdampak Covid-19, Korem 061 Bagikan Ratusan Nasi Bungkus

Cara Membuang Sampah Masker Bekas Pakai, Perhatikan Agar Virus Corona Tak Menyebar

Dia menjelaskan bahwa menyumbang sebagian gaji ini dilakukan tanpa ada paksaan.

Serta hal ini menurutnya merupakan langkah yang baik demi membantu para terdampak Covid-19.

"Ini gerakan yang bagus, tanpa paksaan, saya cuma mengimbau saja juga menyampaikan dari awal saya ingin gaji saya dipotong dan ternyata mereka berlomba mengikuti apa yang dilakukan saya dan temen-temen di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)," kata Ade Yasin.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana akan memberikan santunan kepada warga Bogor yang ekonominya terpuruk akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Bantuan ini merupakan jaringan pengaman sosial yang nantinya diberikan untuk masyarakat yang kehilangan pekerjaan, di-PHK karena perusahaannya tutup imbas Corona.

Namun ini dikecualikan kepada warga yang sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan yang lainnya.

"Ini tentunya cukup besar. Dari hitungan kami, kemungkinan per bulan itu dengan asumsi 1 masyarakat yang terkena dampak di luar masyarakat yang sudah dapat bantuan dari pemerintah pusat kemungkinan 1 bulannya sekitar Rp 90 Miliyar. Kami akan alokasikan untuk menolong masyarakat yang memang sedang terpuruk," kata Ade Yasin.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved