Penyebar Video Hoaks Ditangkap

Penyebar Video Hoaks soal Corona Ditangkap di Bogor, Sebut Soal Pembunuhan Massal

Pria ini pun langsung ditangkap polisi di Pamijahan, Kabupaten Bogor karena telah menyebarkan informasi tak benar atau hoaks.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi saat ditemui TribunnewsBogor.com di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (4/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebuah konten video yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa pemerintah terpaksa mengimpor dokter China untuk mengendalikan pandemi virus corona atau Covid-19.

Dalam video viral pria berinisial U (58) tersebut menyebutkan tes massal yang dilakukan disebut-sebut memvonis pasien negatif menjadi positif Covid-19.

Pria ini pun langsung ditangkap polisi di Pamijahan, Kabupaten Bogor karena telah menyebarkan informasi tak benar atau hoaks.

Diketahui, si penyebar video hoaks soal virus corona atau Covid-19 berinisial U (58) ini meminta maaf setelah dia ditangkap Sat Reskrim Polres Bogor di Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Dia minta maaf kepada publik melalui sebuah video yang dirilis Polres Bogor.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas postingan video dan kata-kata saya pada 22 Maret 2020 di Instagram tentang pembunuham masal berkedok virus corona," kata U dalam video tersebut.

BREAKING NEWS - Penyebar Video Hoaks Soal Corona di Bogor Ditangkap, Polisi Sita Benda Ini

Dia mengaku menyadari bahwa video hoaks yang dia unggah di media sosial tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat.

Pelaku ini merupakan penyebar berita hoaks pada sebuah konten video yang diunggah melalui Instagram dengan durasi 48 detik yang berjudul 'Pembunuhan Masal Berkedok Virus Corona.'

Video hoaks ini telah ditonton sebanyak 1.574 kali serta di komentari oleh 31 akun.

Polisi Kembali Bekuk Penyebar Hoaks Soal Corona asal Bogor, Diburu Sampai ke Banten

"Tersangka U dengan usia 58 tahun ini ditangkap oleh personel Sat Reskrim Polres Bogor di daerah Pamijahan," kata kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi, Kamis (2/4/2020) malam.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 2 telepon selular dan 1 buah flashdisk yang berisikan konten hoaks.

"Terhadap tersangka ini kami kenakan pasal 14 dan atau pasal 15 UU Nomor 01 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara diatas 3 tahun," kata AKP Benny Cahyadi.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved