Breaking News:

Teror Virus Corona

Viral Foto Anak Perawat Curhat Dijauhi Ibunya yang Rawat Pasien Corona, Alissa Wahid: Pengen Nangis

Bocah lelaki ini dijauhi ibunya yang sedang merawat pasien corona, sehingga ia meminta orang yang sehat untuk diam di rumah.

Twitter/@alissawahid
Foto anak perawat yang merindukam orangtuanya. 

Muji mengaku, bahwa ia sebenarnya khawatir dengan keselamatan dirinya dan keluarga.

Hal tersebut diungkapkan Muji dalam acara Mata Najwa Trans7 yang kemudian diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (26/3/2020).

"Kami secara manusiawi jelas sangat terpengaruh dengan kondisi seperti ini, jadi kami juga merasakan kegelisahan yang sama," ujar Muji.

Sejak Desember 2019, Pemerintah Sudah Periksa Covid-19 ke 7.400 Orang

Anggota DPRD Kota Bogor ZM Bagikan 500 Paket Sembako dan Handsanitizer

Namun, ia merasakan sedikit kelegaan lantaran pihak rumah sakit di mana ia bekerja memberikan dukungan kepadanya dan teman-teman yang lain.

Pihak rumah sakit di mana Muji bekerja juga memberikan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi pekerja medis.

"Tapi kebetulan di rumah sakit, kami sangat disupport oleh pimpinan di rumah sakit kami."

"Terutama APD ini karena hasil laboratorium yang diperiksakan ini juga lama hasilnya."

"Jadi kami pasti melakukan pemakaian APD yang lengkap pada pasien-pasien yang memang dicurigai atau istilahnya kami merawat pasien PDP," ungkapnya.

Lantaran merawat pasien yang diduga terpapar virus corona, ia dan petugas medis lainnya harus memastikan keamanan untuk melindungi badan mereka.

"Jadi kami harus yakin, kami memakai APD yang lengkap untuk merawat-merawat pasien tersebut," terangnya.

Muji mengungkapkan, sebenarnya memakai APD bukanlah sesuatu yang nyaman.

Menurutnya, saat ia memakai APD terasa seperti berada di dalam sauna.

"Betul (tidak nyaman), apalagi rumah sakit-rumah sakit yang awalnya belum didesain untuk ruang isolasi."

"Jadi kami tetap memakainya walaupun seperti mandi sauna, demi keamanan, kami harus memakainya," tegasnya.

Selain itu, setelah berada di rumah sakit dan merawat pasien, ia harus sesering mungkin mencuci tangannya memakai sabun.

Setelah ia pulang, Muji harus mandi besar untuk memastikan badanya bersih dari segala virus.

"Jadi kami harus sesering mungkin cuci tangan, pakai sabun."

"Kemudian kami pastikan, kalau kami pulang, kami harus mandi besar mulai dari keramas, mandi pakai sabun."

"Semuanya (dilakukan) supaya kami semuanya aman," terangnya.

Muji juga mengatakan, bahwa pihak keluargnya turut merasakan kekhawatiran.

Apalagi sang istri juga merupakan seorang radiografer yang melayani pasien yang terindikasi virus corona.

"Kalau keluarga deg-degan, karena kebetulan istri juga seorang radiografer ada di rumah sakit, jadi melayani PDP (juga)." jelas Muji.

Lantaran tugasnya dan sang istri berisiko terpapar virus corona, ia memutuskan untuk menitipkan anak-anaknya ke orangtuanya.

Hal itu dilakukan Muji untuk menjaga jarak aman dengan anak-anaknya.

“Untuk keamanan kami supaya kami tenang, kami memikirkan keluarga juga supaya tenang."

"Ya ini anak-anak dengan terpaksa kami pindahkan ke tempat neneknya," terang Muji.

Ia mengatakan telah mengungsikan anak-anaknya selama kurang lebih satu minggu belakangan.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved