Virus Corona di Bogor

Cerita Raisman Berjualan di Bogor saat Pandemi Covid-19, Tetap Buka Walau Rekannya Pulang Kampung

Saban hari ia berjualan cungkring milik kakeknya di kawasan kuliner Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Raisman, pedagang cungkring di Jalan Suryakencana Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Raisman dengan telaten memotong-motong kikil bumbu kuning pesanan pembeli.

Saban hari ia berjualan cungkring milik kakeknya di kawasan kuliner Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Raisman memilih tetap berjualan meski beberapa teman-teman sesama penjual kuliner di kawasan itu memilih untuk menutup sementara lapaknya.

Warga asli Bogor ini menuturkan terpaksa berjualan di tengah wabah virus corona atau Covid-19 karena tidak ada pilihan lain.

Ketika roda usaha terhenti, dapur rumahnya tak mengepul.

"Kalau yang lain beberapa hari ini berhenti jualan. Kayak penjual asinan jagung, hanya jualin 3 atau 4. Sekarang tutup, pulang kampung," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (9/4/2020).

Sepinya penjualan yang ia rasakan semenjak virus corona merebak membuatnya terpaksa mengurangi jumlah porsi yang ia jajakan.

Jika biasanya dalam sehari menyediakan 100 porsi, kini hanya 50 saja untuk mengantisipasi kikil tidak habis.

"Kalau kikil kan hanya awet sehari. Kalau sisa, besok sudah basi. Jadi mending dikurangi daripada tidak habis banyak," kata Raisman.

Halaman
12
Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved