Glenn Fredly Meninggal Dunia

Sempat Reka Ulang Foto Masa Kecil Glenn Fredly, Kak Seto: Tidak Disangka Jadi yang Terakhir Kalinya

Kak Seto mengulang foto 34 lalu bersama Glenn Fredly kecil yang menang juara lomba menyanyi.

Kolase Instagram Kak Seto dan Glenn Fredly
Glenn Fredly dan Kak Seto saat SD dan sudah dewasa 

Bakteri Neisseria meningitidis adalah jenis yang paling sering mengakibatkan meningitis meningokokus.

Sekitar 1 dari 10 orang dapat menjadi membawa bakteri N. meningitidis pada hidung dan tenggorokan mereka.

Orang-orang ini disebut pembawa dan bisa tidak menunjukkan gejala penyakit.

Dedikasikan Buku Renjana untuk Glenn Fredly, Aura Kasih Support Mutia Ayu: Kuat Bersama Bayi Kalian

Glenn Fredly Wafat Luna Maya Kenang Video Klip Lagu Ini : Tuhan Ingin Dinyanyikan Sama Kakak

Namun, pembawa bakteri tersebut dapat menginfeksi orang lain dengan cara:

  • Ciuman melalui mulut
  • Berbagi makanan atau peralatan makan
  • Batuk
  • Bersin

Orang yang rentan dapat mengembangkan infeksi setelah terpapar bakteri N. meningitidis dan menyebabkan meningitis.

Seorang bocah asal Inggris kaki kirinya harus diamputasi karena didiagnosis mengidap meningitis dan sepsis pada 2016.

Dua tahun kemudian, kaki kanannya juga diamputasi.

Dilansir Healthline, infeksi itu memengaruhi jaringan halus yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Jaringan tipis ini disebut meninges.

Meningitis meningokokus merupakan infeksi serius pada meninges dan cairan serebrospinal.

Peradangan dan pembengkakan pada jaringan ini dapat memberikan tekanan berbahaya pada otak dan sumsum tulang belakang.

Diagnosis dan pengobatan yang cepat sangat penting dalam penanganan meningitis.

Namun karena gejala meningitis seringkali mirip dnegan gejala penyakit lain, hal ini membuat penanganan medis sering tertunda.

Meningitis meningokokus dapat diobati dengan obat antibiotik.

Namun beberapa orang yang sudah mendapat perawatan antibiotik dengan cepat masih memiliki konsekuensi serius yang berlangsung seumur hidup.

Konsekuensi yang bisa dialami antara lain kehilangan pendengaran, kehilangan anggota tubuh, atau kehilangan kemampuan berpikir jenis.

Tindakan pencegahan

Dengan pemberian vaksin meningitis, kita dapat mencegah infeksi meningitis.

Kebanyakan anak menerima vaksin konjugat meningokokus secara rutin.

Dosis pertama biasanya diberikan antara usia 11 dan 12 tahun.

Kemudian suntikan diberikan sekitar lima tahun kemudian.

Vaksin yang lebih tua yang dikenal sebagai vaksin polisakarida meningokokus dapat diberikan kepada orang yang berusia lebih dari 55 tahun.

Kaum muda usia 16 hingga 21 dianggap paling berisiko tertular meningitis.

Vaksinasi mengajarkan sistem kekebalan untuk mengenali protein pada bakteri yang menyebabkan meningitis meningokokus.

Ada beberapa jenis bakteri, dan vaksin tidak tersedia untuk semuanya.

Vaksin saat ini dapat mencegah sebagian besar jenis yang paling umum.

Sementara anak-anak sekarang secara rutin menerima vaksin, orang dewasa yang lebih tua mungkin belum divaksinasi.

Orang yang tidak divaksinasi yang telah terkena meningitis harus segera mencari perhatian medis. Dokter akan sering meresepkan antibiotik profilaksis.

Penggunaan antibiotik semacam ini dapat mencegah penyakit menular pada orang yang baru saja terpapar.

Bahkan jika dokter tidak dapat mengkonfirmasi paparan, mereka biasanya akan meresepkan antibiotik agar aman.

Mempraktikkan kebersihan yang baik juga dapat membantu Anda menghindari paparan.

Meningitis meningokokus biasanya menyebar melalui kontak dengan saliva atau sekresi hidung orang yang terinfeksi.

Cobalah untuk menghindari berbagi minuman, peralatan makan, atau barang lain yang mungkin mengandung air liur.

Juga, jangan berciuman lewat mulut dnegan orang yang terinfeksi.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved