Teror Virus Corona

Masih Jadi Pertanyaan soal Asal Mula Virus Corona, China Kini Perketat Publikasi Penelitian

Seorang Ahli Medis di Hong Kong yang bekerja sama dengan para peneliti China terkait analisis kasus Covid-19

South China Morning Post via Tribunnews.com
Kepanikan Terjadi di Keramaian Kota di Hong Kong saat Seorang Wanita Diduga Terinfeksi Virus Corona 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - China kini membatasi publikasi penelitian akademis mengenai asal mula virus corona jenis baru.

Melansir dari CNN (12/04/2020), di bawah kebijakan baru tersebut, semua makalah akademik tentang Covid-19 akan dikenakan pemeriksaan tambahan sebelum dikirim untuk publikasi.

Studi tentang asal-usul virus akan mendapatkan pengawasan ekstra dan harus disetujui oleh pejabat pemerintah pusat.

Hal itu sesuai arahan pemerintah pusat dan pemberitahuan online yang disampaikan oleh dua universitas China yang kemudian dihapus dari website.

Seorang Ahli Medis di Hong Kong yang bekerja sama dengan para peneliti China terkait analisis kasus Covid-19 mengatakan bahwa karyanya pada Februari tidak mengalami tahapan pemeriksaan seperti itu.

"Prosesnya sangat sederhana. Sama sekali tidak ada batasan," kata David Hui Shu-cheong, seorang ahli pengobatan pernapasan di Chinese University of Hong Kong.

Dari keterangan itu, peningkatan pengawasan diduga merupakan upaya terbaru Pemerintah China guna mengendalikan narasi mengenai asal-usul pandemi virus corona.

"Saya tidak tahu apakah itu karena beberapa peneliti menerbitkan sesuatu yang dianggap sensitif di dalam China. (Saya) tidak yakin apakah itu karena kontroversi tentang asal usul virus nanti, dan hal-hal yang tidak sensitif menjadi sensitif juga, " kata dia.

Anies Tetap Ikuti Kebijakan Kemenkes Soal Ojek Online Tak Boleh Angkut Penumpang

Mulai Hari Ini Ojol Bisa Dapat Diskon Pembelian BBM Non-subsidi di Pertamina, Simak Caranya

Penerbitan serangkaian studi terkait Covid-19

Sebagaimana diketahui, sejak akhir Januari, para peneliti China telah menerbitkan serangkaian studi terkait Covid-19 di jurnal medis internasional yang sangat berpengaruh.

Halaman
1234
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved