Breaking News:

Mengintip Aktivitas Tanjung Sugiarto saat Liga 2 2020 Diliburkan Imbas Covid-19

Beragam cara dilakukan pesepakbola untuk mengusir jenuh saat Kompetisi Liga Indonesia dihentikan akibat wabah virus corona.

dok pribadi Tanjung Sugiarto
Pemain belakang Mitra Kukar, Tanjung Sugiarto bersama burung peliharaannya - 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Beragam cara dilakukan pesepakbola untuk mengusir jenuh saat Kompetisi Liga Indonesia dihentikan akibat wabah virus corona ( Covid-19 ).

Pemain belakang Mitra Kukar, Tanjung Sugiarto mengaku bahwa selain melakukan latihan ringan di halaman rumah guna menjaga kebugaran tubuh, dia pun memanfaatkan waktu luang untuk lebih dekat dengan binatang peliharaannya.

Di rumahnya yang berlokasi di Bogor, Tanjung dengan senang hati mengurus binatang kesayangannya yakni burung lovebird dan parkit.

"Saat Kompetisi Liga 2 2020 dihentikan dan tim Mitra Kukar diliburkan, saya pulang ke Bogor untuk berkumpul bersama keluarga. Di rumah, saya melakukan latihan ringan. Setelah itu, saya mengurus burung lovebird dan parkit yang saya pelihara," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (14/4/2020).

Cerita Pemain PS Tira Persikabo Bersepeda di Tengah Pandemi Covid-19, Tetap Jaga Jarak

Lebih lanjut, mantan pemain PS Tira Persikabo ini mengatakan bahwa dirinya memelihara banyak burung lovebird dan parkit.

"Saat ini di rumah saya ada delapan pasang burung lovebird dan 12 pasang burung parkit. Ini belum termasuk anakannya," jelasnya.

Menariknya, burung peliharaan Tanjung terlihat jinak. Itu dibuktikan ketika burung tersebut tidak terbang ke alam bebas meski tidak berada di dalam kandang.

"Alhamdulillah pada nurut, rata-rata lovebird dan parkit hampir semuanya nurut. Burung-burung peliharaan ini memang sudah dilatih dari kecil. Sekarang jadi nurut," ungkapnya.

Terkait perawatan, adik kandung dari Asep Berlian ini mengaku bahwa tidak terlalu sulit untuk mengurus burung peliharaannya. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi ringan lantaran merawatnya dengan sepenuh hati.

"Gampang merawatnya. Untuk makan biasanya saya kasih milet. Kalau burung bukan jodohan bisa satu minggu. Tapi kalau burung jodohan apalagi punya anak maka saya kasih makan satu hari sekali ditambah," tandasnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved