Breaking News:

Teror Virus Corona

Tuding WHO Salah Tangani Krisis Virus Corona, Donald Trump Stop Pendanaan

Wabah mematikan virus corona telah menewaskan lebih dari 125.000 orang dan menginfeksi hampir dua juta di seluruh dunia

BarBus/Pixabay
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tuding WHO telah salah menangani krisis virus corona, Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menangguhkan dana untuk badan PBB tersebut.

Menurut Trump, badan Perserikatan Bangsa Bangsa telah salah menangani krisis virus corona ketika pemerintah seluruh negara tengah bergulat untuk mendapatkan kembali perekonomian mereka.

Wabah mematikan virus corona telah menewaskan lebih dari 125.000 orang dan menginfeksi hampir dua juta di seluruh dunia sejak pertama kali muncul di China pada akhir tahun lalu.

Virus corona ini juga telah merusak kehidupan miliaran orang ketika negara-negara memberlakukan tindakan penguncian (lockdown) untuk mengekang penyebarannya.

Tidak diragukan lagi tindakan itu memang mengurangi jumlah kematian tetapi juga mengirim perekonomian global ke dalam keterpurukan.

Beredar Kabar Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara, Ini Penjelasan Lengkap WHO hingga Ahli

Ketika penghitungan angka kematian dan kasus infeksi baru tampaknya mulai meningkat, para pemimpin dunia dan warga negara berdebat sengit kapan harus membuka peraturan lockdown.

Trump mengatakan dia bisa melihat "sinar cahaya" di cakrawala untuk ekonomi terbesar di dunia.

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (fernando zhiminaicela/Pixabay)

Tetapi dia meluncurkan serangan mematikan pada WHO karena menilai organisasi itu telah "sangat salah mengelola dan menutupi penyebaran virus corona."

Covid-19 Mengganas, Kamar Jenazah di New York Amerika Penuh, Korban Akan Dimakamkan di Taman

"Kami memiliki keprihatinan mendalam apakah kedermawanan Amerika telah dimanfaatkan sebaik mungkin," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika dia mengumumkan penghentian pendanaan kepada WHO.

Presiden Trump tidak hanya menuduh agen yang bermarkas di Jenewa itu menyebarkan

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved