Teror Virus Corona

Pemerintah Dinilai Istimewakan Ojek Online Saat Pandemi Covid-19, Organda hingga Gerindra Protes

Pengemudi ojol juga dinilai minta diistimewakan oleh pemerintah di tengah situasi wabah virus corona ini.

SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Pembagian paket sembako oleh sebuah komunitas kepada driver ojol yang semula tertib namun berakhir ricuh 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Para pengemudi ojek online (ojol) disebut mendapat perlakuan yang istimewa dari pemerintah di tengah pandemi virus corona.

Pemerintah dan sejumlah pihak dinilai hanya fokus pada pengemudi ojek online, dibandingkan warga lain yang juga terdampak.

Pengemudi ojol juga dinilai minta diistimewakan oleh pemerintah di tengah situasi wabah virus corona ini.

Sejumlah pihak pun merasa keberatan soal dugaan pemerintah mengistimewakan pengemudi ojol ini.

Berikut protes dari sejumlah pihak, yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber:

1. Organda

Ketua Pertimbangan Organisasi angkutan darat (Organda) Jawa Barat, Aldo Fantinus mengatakan, pihaknya tidak dilibatkan dalam pendistribusian bantuan sosial kepada warga terdampak virus corona.

Menurut Aldo, sopir angkutan umum konvensional tidak mendapat bantuan serta pemberdayaan seperti yang dilakukan pemerintah kepada ojek online.

"Sekarang itu sopir, kondektur, kenek ini dalam keadaan kesulitan dan itu sudah lama," ujar Aldo, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (16/4/2020).

 

 

Bantuan untuk sopir angkutan umum baru datang dari Ditlantas Polda Jabar.

Halaman
1234
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved