Akhir Sandiwara Babysitter Pura-pura Diculik Demi iPhone 11, Ternyata Majikan Sempat Kasih DP Segini

Babysitter di Palembang diamankan setelah merekayasa kasus penculikan hingga minta tebusan mencapat ratusa juta rupiah.

instagram @palembang_bedesau
Terungkap video viral seorang babysitter di Palembang, Sumatera Selatan pura-pura diculik. 

"Korban datang ke Polsek untuk melapor karena tertipu membeli handphone melalui belanja online. Tapi laporannya belum bisa diterima karena saat di minta bukti pembayaran dia tidak bisa menunjukannnya,"kata Kanit Polsek Ilir Timur I Palembang IPTU Alkap saat dihubungi, Kamis (16/4/2020).

Romiati kemudian mengirimkan pesan kepada majikannya bahwa dirinya membutuhkan rekenin koran sebagai persyaratan membuat laporan.

Romiati Wulan Sari (25) babysitter yang membuat rekayasa penculikan untuk memeras majikannya ketika berada di Polda Sumatera Selatan, Kamis (16/4/2020).
Romiati Wulan Sari (25) babysitter yang membuat rekayasa penculikan untuk memeras majikannya ketika berada di Polda Sumatera Selatan, Kamis (16/4/2020). (KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Selang beberapa waktu, sang majikan justru kembali menerima pesan WhatsApp dari nomor Romiati.

Pesan tersebut berisi gambar Romiati yang sudah dalam keadaan tangan terikat dan mulut disumpal kain.

Selain itu, pesan tersebut juga berisikan permintaan uang tebusan Rp 50 juta kepada majikan Romiati.

Bahkan, penyalur Romiati pun turut dikirimi pesan sama dengan meminta tebusan Rp 100 juta.

"Kepada perusahaan babysitter korban, pelaku juga mengirimkan pesan serupa dengan meminta uang sebagai tebusan Rp 100 juta. Pacar korban juga dikirim pesan yang sama," ucap Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan Kompol Suryadi.

Ternyata hal tersebut hanyalah akal-akalan Romiati demi mendapatkan uang.

Seperti diwartakan TribunSumsel, Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit 3 Jatanras Kompol Supriadi menjelaskan, dari laporan majikan dilakukan penyelidikan dengan langsung menerjunkan tim untuk melakukan pelacakan terhadap keberadaan pelaku dan korban.

"Dari penangkapan ini, setelah dilakukan interogasi ternyata otak dari rekayasa penculikan adalah baby sitter yang juga korban yakni Romiati Wulan Sari. Alasan tersangka ini, karena faktor ekonomi lantaran dampak dari Covid-19," ujar Hisar, Kamis (16/4/2020).

5 Kepala Daerah Usul KRL Disetop saat PSBB, Kemenhub Jelaskan Maksud Pengendalian Transportasi

Kronologi Bocah Terjebak di Kabel Sutet Setinggi 15 Meter Teriak Sudah Tak Kuat, Akhirnya Selamat

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved